Sejumlah mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil menggelar demonstrasi di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (8/4). Aksi ini dilakukan di dua titik, yaitu pintu belakang dan pintu depan MK.
Berdasarkan pantauan kumparan pukul 11.59 WIB di pintu belakang MK, terlihat sejumlah mahasiswa melaksanakan aksi sambil membentangkan spanduk solidaritas terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Massa aksi berasal dari berbagai elemen mahasiswa, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, STF Driyarkara, Front Mahasiswa Nasional (FMN), hingga BEM Universitas Jakarta (UNJ). Demo BEM UI-Koalisi Masyarakat Sipil di MK, Solidaritas Untuk Andrie Yunus.
Ketua BEM UI, Yalathof Ma'shum mengungkapkan aksi ini berupaya untuk mengawal sidang Pengujian Materiil Undang-Undang No. 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI).
"Kenapa kita mengawal MK ini? Karena jika MK ini mengabulkan judicial review yang diajukan oleh Andrie Yunus salah satunya, maka setiap kriminalisasi yang dilakukan oleh TNI kepada sipil akan diadili di peradilan umum," ujar Athof kepada wartawan.
Aksi yang berlangsung di belakang gedung MK itu berakhir sekitar pukul 13.42 WIB.
Lalu di pintu depan gedung MK, berdasarkan pantauan kumparan pukul 12.10 WIB, sejumlah koalisi masyarakat sipil menggelar aksi simbolis solidaritas terhadap Andrie Yunus dan mendengar bersama proses sidang pengujian materiil UU TNI. Mereka berasal dari KontraS, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jatam, Rintis, hingga Imparsial.
Mereka tampak memajang poster solidaritas terhadap Andrie Yunus dan membentangkan spanduk dengan muatan agar Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) independen untuk kasus Andrie Yunus dapat dibentuk. Ketika sidang selesai, kemudian mereka beranjak dan membentangkan spanduk bertuliskan #KamiBersamaAndrie.
Aksi ini di pintu depan MK selesai pukul 12.46 WIB.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 437 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P. Hutagalung mengatakan pihaknya memastikan pengamanan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan humanis dan persuasif.
“Kami telah menyiapkan 437 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif,” ujar Kombes Reynold.
Ia menegaskan, pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tetap berjalan tertib dan aman.
“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku,” tambahnya.





