Kisah di Balik Toilet Kapal, Ada Mereka yang Berjuang

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Rizki (29) memasuki toilet Kapal Motor (KM) Tidar yang sedang berlayar mengangkut lebih kurang 2.100 penumpang. Mengenakan masker, sarung tangan, dan sepatu, ia jongkok di depan kloset, lalu menuangkan cairan pembersih.

Dengan bantuan sikat, ia menguras kloset untuk membersihkan bekas kotoran penumpang. Lantaran posisinya berjongkok, jarak wajah Rizki dengan lobang kloset itu hanya kurang dari 30 sentimeter.

Kurang dari tiga menit, kloset sudah bersih mengilap dan beraroma segar. Rizki kemudian berpindah ke toliet yang lain di semua dek penumpang. Total lebih kurang 30 toliet dan kamar mandi yang harus dibersihkan.

Setiap hari, setidaknya empat kali ia dan satu temannya membersihkan semua toilet penumpang di kelas ekonomi dan beberapa toilet khusus. Mereka mulai bekerja sebelum penumpang bangun tidur dan setelah penumpang beristirahat malam.

"Biasanya kalau pagi-pagi itu kami harus kerja berat karena selama beberapa jam toilet tidak terkontrol. Banyak sisa-sisa kotoran yang tercecer, bahkan sampai keluar dari kloset," kata Rizki.

Menurut dia, kebersihan toilet sangat tergantung pada penggunanya. Karakter pengguna sangat dipengaruhi pula oleh kebiasaan hidup di rumah mereka. Pada rute tertentu, kebersihan toilet relatif terjaga, tetapi pada rute lain malah sebaliknya.

Baca JugaMereka yang Bekerja di Dapur KM Tidar

Bersama KM Tidar, Rizki sudah berlayar ke hampir seluruh wilayah Indonesia, dari barat hingga ke timur. Seperti pada Rabu (8/4/2026), KM Tidar berlayar menuju pelabuhan terakhir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sembilan tahun menjadi petugas kebersihan di kapal, ia menghadapi kondisi semacam itu bukan lagi hal baru. Awalnya, ia berjuang melawan rasa jijik, kini ia sudah terbiasa. "Saya melakukan tugas ini dengan senang hati dan bertanggung jawab," kata Rizki.

Tridoyo, koordinator pelayanan di KM Tidar menuturkan, pembersihan toilet merupakan bagian dari pelayanan bagi penumpang kapal. Pembersihan dilakukan hampir setiap waktu.

Di pelabuhan akhir, ketika semua penumpang kapal sudah turun, pembersihan dilakukan secara menyeluruh. Tempat tidur dirapikan, ruang kapal dibersihkan, dan sampah diturunkan dari kapal untuk dibuang ke darat.

Ketika terjadi lonjakan penumpang seperti menjelang hari besar keagamaan, pelayan di kapal bekerja nyaris 24 jam. Terlebih, jika jarak antara pelabuhan yang disinggahi berdekatan, mereka hampir tidak bisa beristirahat. Banyak pekerjaan yang harus dibereskan.

Tridoyo sendiri memulai kariernya di kapal milik Pelni tahun 1991. Berawal jadi petugas kebersihan, lalu pelayanan di dapur, petugas di kamar tidur, hingga kini memegang jabatan sebagai jenang kapal. Jabatan ini diisi oleh perwira kapal atau staf senior.

Kelakuan penumpang

Di sisi lain, banyak penumpang menunjukkan perilaku tidak terpuji. Mereka membuang sampah di sembarang tempat kendati tempat sampah tersedia di sejumlah titik di dalam kapal. Ada juga yang merokok di dalam kapal. Petugas berulang kali memberikan teguran secara langsung maupun lewat pelantang suara.

Di dalam kamar mandi, bungkusan sampo dan sabun dibuang begitu saja. Begitu pula di toilet, ada yang tidak menyiram sampai bersih kotorannya. "Orang yang jorok seperti itu terbawa dari kebiasaan di rumahnya," kata Nesti (30), penumpang.

Menurut dia, pelayanan di kapal Pelni semakin baik. Waktu kedatangan kapal sesuai dengan jadwal, dan makanan yang tersedia pun semakin bermartabat. Ia mengajak para pengguna kapal agar menjaga kebersihan kapal.

Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan, petugas kebersihan memegang peranan penting dalam menjaga kenyamanan penumpang selama pelayaran. Mereka bertanggung jawab di ruangan dek penumpang ekonomi, toilet hingga fasilitas umum yang ada di kapal.

Akan tetapi, mengingat jumlah petugas kebersihan yang terbatas, penumpang diharapkan berpartisipasi menjaga kebersihan kapal. "Minimal dengan tidak menumpuk bekas makanan di area tempat tidur dan membuang sampah di tempat sampah terdekat yang sudah disediakan," katanya

Saat ini Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan. Pelni juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah terluar, terpencil, terdepan, dan perbatasan.

Kebersihan kapal adalah tanggung jawab bersama termasuk penumpang. Tidak hanya menjadi urusan petugas kebersihan toilet seperti Rizki yang setiap hari melawan rasa jijik. Membersihkan kotoran penumpang yang menempel di dinding kloset.

Baca JugaBerhari-hari Berlayar demi Berlebaran di Kampung Halaman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Air Bersih Mengalir di Sikka, Program Perindo Alirkan Harapan dan Ekonomi Warga
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Jalan Cadas Pangeran Tertutup Longsor, Kendaraan Tak Bisa Melintas
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Deklarasi Menang Perang, Warga Teheran Rayakan dengan Bakar Bendera AS-Israel
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Terpopuler News: Tanggapan Pemprov Jabar Soal Izin SMK IDN Bogor, hingga Kuasa Hukum Beberkan Dampaknya Bagi Siswa
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Resiliensi Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah, Fragmentasi Kebijakan AS, dan Tekanan Industri China
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.