jpnn.com, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia mengeluarkan temuan berjudul Survei Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang dilaksanakan pada 19-29 November 2025.
Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro membenarkan informasi temuan pihaknya yang dilaksanakan 19-29 November 2025.
BACA JUGA: Survei Indekstat: Elektabilitas Prabowo Ditempel Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan
"Ya, ini survei lama beberapa bulan lalu menjelang pada akhir 2025," kata Bawono melalui layanan pesan, Rabu (8/4).
Indikator menghitung angka elektabilitas capres di Sumbar dengan top of mind serta berbagai simulasi semi terbuka.
BACA JUGA: Sjafrie Sjamsoeddin Punya Elektabilitas Tinggi, Pengamat Teringat Peta Politik Pilpres 2004
Dalam simulasi top of mind, nama Presiden Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi dengan 43,2 persen.
Eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan menempati posisi kedua dalam simulasi top of mind dengan elektabilitas 19,1 persen.
BACA JUGA: Survei PRI: 82,44 Persen Puas Kinerja Prabowo-Gibran, Elektabilitas Gerindra Teratas, Disusul Golkar
Berturut-turut setelah itu muncul nama Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (1,9 persen), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (1,5 persen), eks Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (1,2 persen), hingga Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (0,3 persen).
Elektabilitas Prabowo kembali tinggi berdasarkan simulasi sepuluh nama dengan angka 56,2 persen.
Berturut-turut setelah itu muncul nama Anies (25,1 persen), Dedi Mulyadi (4,1 persen), AHY (3,8 persen), Ganjar (2,8 persen).
Nama Wapres RI Gibran Rakabuming Raka juga muncul dalam simulasi sepuluh nama dengan 0,4 persen.
Setelah itu, muncul Ketum PKB Muhaimin Iskandar (0,1 persen), Gubernur Jakarta Pramono Anung (0,1 persen), Ketua DPR (0,0 persen), hingga Seskab Teddy Indra Wijaya (0,0 persen).
Nama Prabowo kembali tinggi ketika Indikator menghitung elektabilitas dengan simulasi tiga nama dengan 60,2 persen.
Anies dan Gibran dalam simulasi tiga nama tercatat hanya memiliki 29,3 persen serta 1,6 persen.
Indikator melibatkan 1.200 responden di Sumbar yang diwawancarai langsung atau tatap muka dalam survei kali ini.
Lembaga tesebut menerapkan toleransi kesalahan atau margin of error dalam survei kali ini sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggota KKB Pelaku Penembakan Tito Karnavian Nekat Tabrak Kendaraan Petugas
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




