BPOM Resmi Izinkan Vaksin Campak Dewasa Berisiko, Kemenkes Pastikan Stok Cukup

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan vaksin campak untuk orang dewasa berisiko tinggi cukup dan siap digunakan segera. Hal ini sebagai tindak lanjut keluarnya izin perluasan penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, mengatakan pemerintah memiliki stok vaksin MR sekitar 9,8 juta dosis yang siap didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"Jadi saat ini kondisi ketersediaan vaksin lebih dari cukup, karena sudah tersedia sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia,” kata Rizka dalam konferensi pers di Kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

“Tingkat ketersediaannya jika diukur adalah sekitar 5,5 bulan. Jadi kami memang menjaga agar stok di seluruh daerah tetap terjamin, tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko vaksinnya menjadi rusak,” jelasnya.

Rizka menambahkan, Kemenkes menggunakan Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik (SMILE), yang memungkinkan pengawasan ketersediaan vaksin secara real-time hingga ke Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui satu sel logistik. Kami bisa memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten, kota, sampai ke Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time," ungkapnya.

Selain itu, Rizka menegaskan, pemberian vaksinasi akan segera dilakukan bagi kelompok dewasa berisiko tinggi, termasuk tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional (international traveler), dan kontak erat dengan orang yang immunocompromised.

“Jadi tidak diwajibkan untuk dewasa, tetapi untuk kelompok berisiko tinggi ini kami akan lakukan segera,” kata Rizka.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Sukamto Koesnoe, mengatakan ketersediaan vaksin tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum secara mandiri di luar program pemerintah.

Menurutnya, vaksin Bio Farma yang kini sudah mendapat izin penggunaan juga dapat menjadi alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat dan kelompok berisiko.

“Kalau kelompok orang dewasa ini tidak masuk ke dalam program yang ada saat ini, mereka bisa melakukannya secara mandiri. Seperti hari ini, misalnya, perhimpunan orang tua mahasiswa Fakultas Kedokteran UI mengumpulkan adik-adik koas dan mahasiswa untuk mendapatkan vaksinasi,” ujar dr. Sukamto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jusuf Kalla Lapor Bareskrim, Seret Nama Rismon Sianipar Soal Dugaan Hoaks Ijazah Jokowi
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Avtur Naik, Bagaimana Dampaknya terhadap Biaya Haji? Ini Penjelasan Wamenhaj
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Separuh Perjuangan Pembatasan Medsos
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi Berlaku! Ini Panduan Lengkap Pencairan Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan 2026 Sesuai PMK 13/2026
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Kasus Ijazah Jokowi, Refly Harun: Isu Minta Rp20 Miliar untuk RJ Candaan Rustam Effendi
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.