Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai negara Teluk dan wilayah Israel, dengan beberapa negara melaporkan serangan rudal pada Rabu (8/4) pagi. Situasi itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.
Baik Kuwait maupun Uni Emirat Arab (UEA), seperti dilansir CNN, Rabu (8/4/2026), mengatakan mereka berupaya mencegat ancaman drone dan rudal di wilayahnya.
Di Abu Dhabi, otoritas setempat menyatakan pihaknya sedang merespons kebakaran yang terjadi di fasilitas pengolahan gas Habshan.
Di Qatar, Kementerian Pertahanan negara tersebut melaporkan telah berhasil mencegat serangan rudal.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan sirene peringatan udara berbunyi dan mendorong warga untuk mencari tempat aman. Sementara Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi merilis peringatan dini tentang potensi bahaya di Provinsi Al-Kharj.
Militer Israel, dalam pernyataannya, mengidentifikasi beberapa serangan rudal yang diluncurkan dari Iran dan sedang berupaya mencegat ancaman tersebut.
Baik AS maupun Iran telah mengatakan mereka menyetujui gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump untuk serangan besar-besaran terhadap Teheran.
(nvc/idh)





