JAKARTA, DISWAY.ID -- Keluarga korban dugaan kekerasan yang melibatkan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyerukan solidaritas luas untuk aktivis Andrie Yunus yang diduga menjadi korban penyiraman air keras.
Mereka juga menolak keras jika pelaku diadili melalui peradilan militer, dan mendesak agar kasus dibawa ke peradilan umum.
Seruan ini disampaikan oleh Eva Meliani Pasaribu dalam aksi damai di depan Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.
BACA JUGA:Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Tekan Importir Kedelai dan Perketat Pengawasan Harga Pangan
BACA JUGA:200 Ribu Nakes dan 39 Ribu Dokter di 14 Provinsi Siap Divaksin Campak
"Hidup Korban, jangan diam, jangan diam, lawan. Mata Andrie Adalah mata rakyat yang memperjuangkan keadilan," kata Eva memulai orasinya.
Eva adalah anak dari almarhum Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan yang menjadi korban pembunuhan berencana bersama seluruh keluarga saya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
"Pada saat kejadian, bukan hanya ayah saya yang meninggal, tetapi ibu, adik, dan anak saya juga meninggal akibat peristiwa pembakaran rumah kami di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, pada tanggal 27 Juni 2024. Kami menduga kuat kematian empat orang keluarga saya ada keterlibatan oknum TNI yang sampai saat ini belum terungkap," ujarnya.
Sebagai perempuan yang kehilangan seluruh keluarga, Ia mengaku sangat mengetahui bagaimana rasanya menjadi korban dan menunggu keadilan yang tak kunjung datang.
"Sebagai orang yang pernah kehilangan seluruh keluarga saya, saya tahu persis bahwa korban tidak boleh dibiarkan sendirian. Keadilan tidak akan datang kalau kita diam. Kebenaran tidak akan muncul kalau kita takut. Dan negara tidak akan bertanggung jawab jika kita tidak menuntutnya," tegasnya.
BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Segera Panggil Pertamina Buntut Ledakan SPBE Cimuning
BACA JUGA:PMJ Ungkap 1.833 Kasus Narkoba, Sabu dan Vape Etomidet Jadi Ancaman Serius di Jakarta
Tetapi, katanya, lebih menyakitkan lagi, ketika harus mengalami sulitnya mencari keadilan ketika kita berhadapan dengan Aparat TNI.
"Saat ini, Terduga pelaku masih hidup bebas, bertugas dan digaji negara. Sedangkan saya ? saya hidup sebatang kara. Saya sudah kehilangan keluarga saya, anak yang saya lahirkan. tapi saya tahu saya tidak pernah kehilangan harapan ketika saya menjalani proses hukum ini. Karena saya tahu, ada teman teman baik yang mendampingi saya, yang salah satunya adalah Bang Andrie Yunus," ucapnya.
Ia merasa sedih, kecewa dan marah atas apa yang menimpa Andrie Yunus.
- 1
- 2
- 3
- »





