JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyambut gencatan senjata yang disepakati Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pemerintah Indonesia berharap gencatan senjata selama dua pekan ini dapat menjadi awal perdamaian berkelanjutan.
Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang menyatakan, gencatan senjata menunjukkan kesediaan pihak-pihak terkait menempuh jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik.
"Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif, serta mendorong agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan," kata Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Iran Deklarasi Menang Perang, Warga Teheran Rayakan dengan Bakar Bendera AS-Israel
Yvonne menambahkan, Indonesia senantiasa mendukung upaya diplomasi yang konstruktif untuk menyelesaikan konflik.
Sementara itu, juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan gencatan senjata yang disepakati AS dan Iran membuka peluang pulihnya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
"Dengan adanya perkembangan ini, kami berharap supaya bisa berkembang menjadi resolusi konflik yang lebih permanen dan berdampak baik bagi kepentingan kita, baik dalam hal kebebasan navigasi maupun untuk ke depannya," kata Nabyl.
Sebelumnya, pemerintah AS dan Iran mengonfirmasi telah menyepakati gencatan senjata dua pekan yang efektif berlaku per Rabu (8/4).
Gencatan senjata ini menghentikan pertempuran yang diawali serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- gencatan senjata iran
- perang iran
- kemlu ri
- kemlu sambut gencatan senjata
- juru bicara kemlu





