Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp17.005 pada perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026). Rupiah menguat di tengah penguatan dolar AS.
Mengutip data Tradingview pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup menguat 0,92 persen ke Rp15.338 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,71% ke 98,8.
Sejumlah mata uang lainnya ditutup bervariasi seperti yen Jepang yang menguat 0,86%, yuan China naik 0,47%, dolar Singapura menguat 0,59%, dan won Korea Selatan menguat 1,44% terhadap dolar AS.
Lalu dolar Hong Kong naik 0,04%, ringgit Malaysian menguat 1,34%, peso Filipina menguat 1,32%, dan baht Thailand naik 1,46% pada perdagangan sore ini.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan sentimen hari ini datang dari Presiden AS Donald Trump yang menyetujui gencatan senjata.
Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa ia akan menangguhkan aksi militer terhadap Iran selama dua minggu, menambahkan bahwa AS telah mencapai tujuan militer intinya.
Baca Juga
- BI Pastikan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Maret 2026 di Level US$148,2 Miliar
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 8 April 2026
- Nilai Tukar Rupiah terhadap dolar AS Hari Ini (8/4) Dibuka Menguat ke Rp16.999
Pengumuman itu datang kurang dari dua jam sebelum batas waktu pukul 20.00 ET, yang telah dipantau ketat oleh investor sebagai pemicu potensial untuk eskalasi besar. Sebelumnya pada hari itu, Trump telah memperingatkan bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini jika Iran gagal mematuhi kesepakatan tersebut.
Gencatan senjata, yang ditengahi oleh Pakistan setelah upaya diplomatik menit-menit terakhir, bergantung pada jaminan Iran untuk membuka kembali Selat Hormus secara aman, jalur utama bagi sekitar 20% aliran minyak global.
Iran juga mengisyaratkan kesediaan bersyarat untuk mengurangi eskalasi, dengan mengatakan bahwa jalur aman melalui Selat Hormus akan dimungkinkan selama periode gencatan senjata, asalkan permusuhan dihentikan dan kapal-kapal berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Dari dalam negeri, pasar merespons positif realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 yang mencapai Rp574,9 triliun, atau meningkat 10,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut setara dengan 18,2% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.
Capaian tersebut didukung oleh kinerja penerimaan pajak pada triwulan I/2026 yang keseluruhan tumbuh kuat, baik secara bruto maupun neto, dengan realisasi bulanan yang konsisten dan meningkat sejak awal tahun.
Secara total, penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun, atau meningkat 14,3% yoy, yang terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun serta kepabeanan dan cukai sejumlah Rp67,9 triliun.
Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan rupiah akan ditutup melemah pada rentang Rp17.010-Rp17.040 per dolar AS.





