Thailand tetap berupaya menghemat persediaan bahan bakar meskipun stok tersedia cukup banyak.
IDXChannel—Pemerintah Thailand tengah mempertimbangkan penutupan SPBU pada malam hari untuk penghematan bahan bakar, menyusul konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz.
Melansir CNA (8/4/2026), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan penutupan SPBU ini direncanakan belaku pada pukul 10.00 malam hingga 05.00 pagi waktu setempat.
Kebijakan ini ditargetkan mulai diberlakukan secepat-cepatnya pada 20 April 2026. Meskipun begitu, Anutin meyakinkan masyarakat setempat bahwa mereka masih dapat berpergian ke kampung halamannya pada periode libur Songkran (diperkirakan pekan depan).
“Pemberlakuan penutupan operasional SPBU ini dapat dimulai setelah orang-orang kembali dari libur Songkran dan kembali ke rutinitas hariannya,” kata Anutin.
Sebagai tambahan informasi, banyak masyarakat Thailand merayakan libur tahunan Tahun Baru Songkran dengan pulang kampung atau mudik ke kampung halamannya masing-masing di daerah untuk menjenguk keluarga besar.
Sebelumnya, sebagai upaya penghematan bahan bakar, Anutin telah mengimbau masyarakat untuk bekerja dari rumah tiap hari Senin dan meminta masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum.
“Meskipun Thailand menjaga cadangan minyak pada level yang relatif tinggi dibandingkan dengan negara lain, sebagai negara pengimpor BBM dari sejumlah negara lain, kita tetap rentan. Jadi kita tidak bisa lagi mengelola BBM dengan cara lama (sebelum perang Iran-AS),” ungkap Anutin.
(Nadya Kurnia)





