Mataram: Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengamankan benda asing menyerupai torpedo berukuran 3,7 meter dengan diameter 65 centimeter seberat 2 ton hasil temuan nelayan di perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Senin, 6 April 2026.
"Benda tersebut telah diamankan di Lanal Mataram di bawah pengawasan ketat oleh kepolisian militer jajaran Lanal Mataram," kata Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo di Mataram, Rabu, 8 April 2026, melansir Antara.
Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo memberikan keterangan pers terkait pengamanan benda asing temuan nelayan di perairan Gili Trawangan, Mataram, NTB, Rabu (8/4/2026). (ANTARA/Dhimas B.P.)
Ia menyampaikan bahwa Lanal Mataram belum dapat melakukan identifikasi benda asing tersebut karena keterbatasan sumber daya. Identifikasi akan dilakukan tim ahli dari Mabes TNI AL.
"Jadi, yang bisa memastikan benda ini dari mana dan sebagainya, nanti kita tunggu hasilnya dari Mabes TNI AL. Nanti akan dibawa ke Jakarta untuk dilakukan penelitian dan pemeriksaan lebih dalam," ungkap dia.
Untuk pengiriman ke Mabes TNI AL, Danlanal Mataram tidak mengungkapkan waktu pasti. Dia menyatakan, pengiriman akan terlaksana dalam waktu dekat. Begitu juga dengan hasil identifikasi dari Mabes TNI AL, ia mengaku belum dapat memastikan hal tersebut.
"Yang jelas dalam waktu dekat ini (kirim ke Mabes TNI AL), kita tetap berkoordinasi nantinya dengan mabes. Kapannya (hasil identifikasi), kita tunggu saja," singkat dia.
Baca Juga :
Lanal Mataram Perketat Pengamanan Pascapenemuan Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan"Hasil pemeriksaan awal oleh tim Gegana Polda NTB dengan menggunakan alat pendukung, telah memastikan objek atau benda asing ini tidak memiliki atau tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif," ujar dia.
Benda asing ini kali pertama ditemukan seorang nelayan dalam posisi mengapung di perairan sebelah Utara Gili Trawangan dengan jarak 10 mil dari bibir pantai. Atas temuan tersebut, nelayan bernama Harianto langsung menginformasikan kepada pihak anggota Pospol Gili Trawangan dan sempat dievakuasi sementara ke pesisir Gili Trawangan pada Senin pagi, 6 April 2026.




