Kemlu soal Tentara UNIFIL Ditangkap Israel: Kami Tidak Menerima Laporan

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan belum menerima laporan terkait kabar tentara UNIFIL yang ditangkap Pasukan Pertahanan Israel (IDF), di tengah sorotan atas keselamatan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Rompis, menegaskan pihaknya tidak memiliki informasi soal insiden tersebut.

"Kami juga belum mendapatkan informasi terkait tentara UNIFIL yang ditangkap itu, iya, tidak ada laporan, kami tidak menerima laporan tersebut," kata Vicka dalam press briefing di Jakarta, Rabu (8/4).

Pernyataan ini merespons laporan yang menyebut seorang prajurit UNIFIL sempat ditahan militer Israel pada Selasa (7/4) malam dan dibebaskan satu jam kemudian setelah intervensi.

Kutuk Keras Serangan

Dalam kesempatan yang sama, Vicka menegaskan Indonesia tetap mengutuk keras serangan terhadap personel penjaga perdamaian, termasuk yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon selatan.

"Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan beruntun yang telah menyebabkan gugurnya personel perdamaian Indonesia yang tengah menjalani misi di UNIFIL," ujarnya.

Vicka menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan tidak dapat ditoleransi.

Minta PBB Investigasi Menyeluruh

Kemlu telah menerima dan merespons hasil investigasi awal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon pada 29 dan 30 Maret lalu.

Vicka menyatakan Indonesia telah mendesak PBB untuk segera menuntaskan investigasi secara menyeluruh atas rangkaian serangan terhadap personel UNIFIL.

"Menuntut Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah konkret untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, meminta investigasi menyeluruh dan menuntut akuntabilitas dan keadilan," tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diusut dan diadili sesuai hukum internasional.

Dalam temuan awal atau preliminary findings, investigator PBB mendapat indikasi kuat tembakan tank Israel dan peledak (IED) Hizbullah jadi pemicu tewasnya 3 prajurit itu.

Mengingat proses ini masih dalam tahap awal, Vicka menegaskan bahwa pemerintah memantau ketat perkembangan laporan penuhnya.

Jika hasil investigasi final sejalan dengan temuan awal yang mengarah pada keterlibatan IDF, Indonesia siap mengambil langkah diplomatik yang sangat tegas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu Tegaskan Penarikan Pasukan Indonesia dari UNIFIL Harus Lewat Pertimbangan Mendalam
• 37 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Ramalan Zodiak 9 April 2026: : Scorpio, Pisces dan Capricorn Menarik Perhatian
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Israel Tuding Iran Tembakkan Rudal Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata
• 18 jam laludetik.com
thumb
Komitmen Terhadap Lingkungan, Dua Terminal Energi PET Raih PROPER Hijau KLH 2026
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Makassar Siapkan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.