WASHINGTON, KOMPAS.TV - Harga minyak dunia dilaporkan turun drastis usai Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026). Gencatan senjata ini sedianya akan berlangsung selama dua pekan.
Pemerintah Iran menyatakan pihaknya akan membuka blokade Selat Hormuz selama periode gencatan senjata. Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz menimbulkan disrupsi perdagangan minyak dunia sehingga membuat harga melambung melebihi 100 dolar AS per barel.
Teheran menutup Selat Hormuz usai AS dan Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran sejak 28 Februari 2026. Serangan itu membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Associated Press melaporkan, harga minyak mentah AS turun 14,3 persen menjadi 96,83 dolar AS per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun 13,3 persen menjadi 94,74 dolar AS per barel.
Baca Juga: Iran Deklarasi Menang Perang, Warga Teheran Rayakan dengan Bakar Bendera AS-Israel
Gencatan senjata antara AS dan Iran pun disambut positif pasar saham di sejumlah negara, termasuk di kawasan Asia. Indeks saham Nikkei 225 Jepang dilaporkan naik 4,8 persen sedangkan Kospi Korea Selatan naik 5,6 persen.
Gencatan senjata AS dan Iran dilaporkan tercapai melalui mediasi Pakistan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan gencatan senjata berlaku segera sejak dimumumkan.
Sharif menyatakan gencatan senjata ini mencakup Lebanon yang sudah diserang Israel sejak berbulan-bulan lalu dan semakin gencar sejak Maret.
Dia menyatakan AS dan Iran akan mengirimkan delegasi untuk berunding di Islamabad, Pakistan, mulai Jumat (10/4/2026) mendatang.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- harga minyak dunia
- harga minyak dunia turun
- gencatan senjata iran
- perang iran
- gencatan senjata
- gencatan senjata AS Iran





