Selat Hormuz Dibuka, Anggota DPR: Peluang Perkuat Stok Energi Nasional

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menilai dibukanya kembali Selat Hormuz selama dua pekan, menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat stok energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik.

Menurut dia, momentum tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk mempercepat impor dan mengamankan cadangan energi dalam negeri.

“Di sisi lain, mumpung ada masa relaksasi ini, pemerintah juga harus berpikir ke depan. Ini saat yang tepat untuk memperkuat stok energi nasional,” kata Mufti saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).

“Impor harus dipercepat, stok harus diamankan sebanyak mungkin, selama harga masih relatif terkendali,” sambungnya.

Baca juga: Solusi Prabowo Atasi Pesawat Haji Kosong: Garuda-Saudi Airlines Bikin Joint Venture

Politikus PDI-P itu mengingatkan, kondisi tersebut belum tentu berlangsung lama, sehingga pemerintah tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

“Karena kita tidak tahu apakah situasi ini akan memburuk lagi atau tidak. Jangan sampai nanti kita panik ketika kondisi kembali memanas,” kata dia.

Selain memperkuat stok energi, Mufti juga menilai pembukaan Selat Hormuz menjadi ujian bagi kesiapan Indonesia dalam merespons situasi global.

Dia pun menyinggung kabar soal masih tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina meski jalur tersebut telah dibuka kembali.

Baca juga: Anggota DPR Kritik Jauhnya Hotel Jemaah Haji di Arab Saudi, Risiko Keamanan Disorot

“Hari ini kita diuji. Dua tanker milik Pertamina masih tertahan. Padahal sekarang Selat Hormuz dibuka,” ujar Mufti.

“Pemerintah tidak boleh santai. Harus ada langkah cepat dan berani. Jangan lagi pakai ritme birokrasi biasa,” kata dia.

Dia berharap pemerintah dapat memanfaatkan momentum pembukaan Selat Hormuz untuk mengamankan kepentingan energi nasional sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi krisis di masa depan.

“Harapan saya, pemerintah jangan lewatkan kesempatan ini. Bergerak cepat, ambil keputusan berani, amankan tanker kita, dan pastikan stok energi dalam negeri aman,” pungkasnya.

Baca juga: Prabowo Putuskan Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta meski Harga Avtur Naik

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu.

Kesepakatan itu diambil setelah diskusi dengan pemerintah Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik kedua negara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Trump menyatakan penangguhan serangan terhadap Iran dilakukan dengan syarat pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.

Tak lama setelah itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa negaranya menyetujui gencatan senjata dan membuka jalur aman di Selat Hormuz selama dua pekan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Borong SBN Rp 90,05 Triliun untuk Stabilkan Pasar Obligasi
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mariano Peralta Digoda Persebaya, Persib, hingga Persija! Nabil Husien: Not for Sale
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Respons Berkelas Hector Souto setelah Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026
• 13 jam lalubola.com
thumb
Modus Baru Penipuan Jual Beli Motor, Pelaku Nyamar Jadi Karyawan TV
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.