FAJAR, SAMARINDA – Rumor transfer panas yang menyeret nama Mariano Peralta terus menggeliat. Di tengah gencarnya godaan dari Persebaya Surabaya, Persib Bandung, hingga Persija Jakarta, Presiden Borneo FC, Nabil Husien Said Amin, buka suara. Dia memastikan sang pemain berstatus: not for sale.
Isu kepindahan Peralta sempat menjadi bola liar di jagat media sosial. Winger asal Argentina itu dikabarkan masuk radar sejumlah klub besar Super League yang siap menggelontorkan dana besar demi memboyongnya.
Rumor tersebut tak hanya menyasar satu klub. Tiga kekuatan besar sekaligus: Persebaya, Persib, dan Persija disebut-sebut tertarik memanfaatkan situasi kontrak Peralta yang akan segera berakhir.
Kabar ini pun langsung memicu reaksi keras dari suporter Borneo FC. Maklum, dalam dua musim terakhir, Peralta menjelma sebagai sosok vital dalam skema permainan Pesut Etam.
Menanggapi isu yang kian liar, Nabil Husien akhirnya buka suara. Ia mengaku terkejut dengan derasnya pemberitaan yang menyebut Peralta akan dilepas dalam waktu dekat.
“Kami semakin gerah setelah banyak media nasional ramai memberitakan kalau kami akan menjual Peralta,” ujar Nabil beberapa waktu lalu seperti dilansir sapos.co.id.
Dengan nada tegas, ia langsung mematahkan spekulasi tersebut. “Yang jelas Peralta tidak akan kemana-mana. Statusnya saat ini not for sale!” tegasnya.
Mesin Serangan Pesut Etam
Tak berlebihan jika Borneo FC bersikukuh mempertahankan Peralta. Pemain kelahiran Adrogué, Argentina, 20 Februari 1998 itu merupakan salah satu pilar utama di lini depan.
Musim ini saja, Peralta sudah mengoleksi 13 gol dan 10 assist. Sebuah kontribusi yang menjadikannya motor serangan sekaligus kreator peluang bagi tim.
Kehadirannya membuat lini depan Borneo FC tampil lebih hidup dan variatif. Kombinasi kecepatan, visi bermain, serta penyelesaian akhir yang tajam menjadikan Peralta sebagai salah satu winger paling berbahaya di kompetisi.
“Dia bukan hanya pencetak gol, tapi juga pemberi assist. Keseimbangan tim sangat terasa dengan kehadirannya,” tambah Nabil.
Persib dan Ambisi Besar
Di sisi lain, ketertarikan Persib Bandung terhadap Peralta bukan tanpa alasan. Maung Bandung tengah membangun skuad yang lebih kompetitif untuk bersaing di level atas, bahkan menatap kompetisi Asia.
Nama Peralta muncul sebagai salah satu target utama, terutama untuk memperkuat sektor sayap. Bobotoh bahkan secara terbuka menyuarakan keinginan agar manajemen mendatangkan pemain berusia 28 tahun tersebut.
Namun, dengan status “not for sale” yang disematkan Borneo FC, langkah Persib jelas tidak akan mudah.
Persaingan Persebaya dan Persija
Tak hanya Persib, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta juga disebut siap masuk dalam perburuan.
Kedua tim ini dikenal agresif dalam bursa transfer dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pemain asing. Jika benar terjadi, maka perburuan Peralta berpotensi menjadi salah satu saga transfer paling panas musim ini.
Kontrak Jadi Celah?
Meski dinyatakan tidak dijual, situasi kontrak Peralta bisa menjadi faktor penentu. Kontraknya dikabarkan akan berakhir pada Juni 2026, atau sekitar satu bulan setelah kompetisi berakhir.
Artinya, jika tidak ada perpanjangan kontrak dalam waktu dekat, Peralta berpotensi pergi dengan status bebas transfer.
Nabil pun tak menutup kemungkinan untuk membahas masa depan sang pemain setelah musim berakhir.
“Bagaimana setelah kontraknya usai tahun ini, kami akan membicarakannya lagi. Pastinya sekarang Peralta tetap bersama kami,” jelasnya.
Dengan performa impresif dan kontrak yang segera habis, Mariano Peralta kini berada di persimpangan penting dalam kariernya. Di satu sisi, Borneo FC ingin mempertahankan aset berharganya. Di sisi lain, klub-klub besar seperti Persib, Persebaya, dan Persija siap menunggu peluang.
Satu hal yang pasti, saga transfer Peralta belum akan berakhir dalam waktu dekat. Publik sepak bola Indonesia akan terus dibuat penasaran. (*)





