Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan, sebagai kunci menjaga ketersediaan air di Indonesia.
Prabowo menilai bahwa Indonesia sejatinya memiliki sumber daya air yang melimpah, bahkan dalam kondisi tertentu mengalami kelebihan air.
"Alhamdulillah negara kita masalah air tidak sebenarnya menjadi masalahnya kadang-kadang kita kelebihan air. Kita ketawa kelebihan air, ini karunia, satu hari air turun di Bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat, satu hari air turun di Bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat demikian berkah yang kita terima dari Maha Kuasa," ujar Prabowo dalam taklimatnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua wilayah Indonesia memiliki kondisi yang sama, terutama di kawasan timur yang masih menghadapi keterbatasan air.
"Ya di bagian-bagian tertentu Negara kita Indonesia timur pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada tinggal mampu atau tidak Kita mendapatkannya dan menjaganya," lanjutnya.
Prabowo kemudian menegaskan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kekeringan adalah kerusakan lingkungan yang dilakukan manusia sendiri.
"Karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita, hutan kita babat, pohon-pohon di Gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan, terjadi kekeringan tapi hal ini dapat kita atasi," tegasnya.
Ia juga membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain yang kaya sumber daya energi, namun tidak memiliki cadangan air yang memadai.
"Ada negara-negara yang kaya dengan minyak dan gas tidak punya air apa yang saya ingin sampaikan saudara-saudara? Hal-hal ini begitu penting, hal-hal ini begitu mendasar dan hal ini telah digarisbawahi oleh pendiri bangsa kita," pungkas Prabowo.





