Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan tanggapan terkait kritikan membangun yang dilakukan pemerintah. Di mana, ia mengibaratkannya sebagai upaya membangun jembatan untuk kepentingan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, mantan Menhan tersebut memberikan gambaran terkait situasi di sebuah desa yang membutuhkan jembatan sebagai sarana vital bagi warga.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa pembangunan sering kali lahir dari semangat gotong royong, meskipun tidak semua pihak memilih untuk terlibat langsung.
“Di suatu desa rakyat desa ada kebutuhan bangun jembatan kemudian ada kebutuhan bangun jembatan kemudian ada sebagian besar desa itu dan gotong royong bangun jembatan, tapi ada mungkin sekelompok yang tidak mau bangun jembatan ya tidak ada masalah,” ujarnya pada Rabu, 8 April 2026
Menurutnya, partisipasi dalam pembangunan bersifat sukarela. Ia mempersilakan pihak yang tidak ingin terlibat untuk tetap berada di luar proses tersebut tanpa paksaan.
“Yang mau bangun jembatan ayo kita bangun jembatan yang gamau ikut bangun jembatan ya tidak ada masalah silahkan,” lanjutnya.
Namun, Presiden Prabowo juga menyoroti fenomena kritik yang dinilai tidak konstruktif. Ia mengungkapkan kebingungannya terhadap pihak-pihak yang tidak berkontribusi, tetapi justru terus memberikan komentar negatif tanpa solusi.
“(Masyarakat mau kritik Presiden Prabowo) boleh, hanya saya juga tidak mengerti kalau orang yang lagi mau bangun jembatan dia tidak mau ikut bangun jembatan. (Kemudian, yang mengkritik bilang pemerintah kurang pintar) kayunya salah, pakunya salah harus disini, tapi tidak jadi-jadi jembatan (karena tidak membantu),” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memenuhi kebutuhan rakyat, bukan terpengaruh oleh cibiran yang tidak membangun.
“Kita yang bangun jembatan, apa sikap kita? Apa kita gerogi. Tapi rakyat ini desa minta jembatan, saya bangun jembatan utk rakyat kita,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





