Grid.ID - Siswa SMP Sragen tewas usai saling ejek nama bapak. Tetangga ungkap sifat asli korban semasa hidup.
Seorang pelajar SMPN 2 Sumberlawang meninggal dunia di kamar mandi sekolah, Selasa (7/4/2026) siang. Diduga, peristiwa tragis ini dipicu oleh perkelahian antara korban dan seorang teman sekelasnya.
Berikut kronologi siswa SMP Sragen tewas usai saling ejek nama bapak. Lalu, tetangga mengungkapkan sifat asli korban semasa hidup.
Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko, memaparkan kronologi singkat kejadian tersebut.
Awal Mula Perkelahian di Kamar Mandi
Agung menjelaskan bahwa sempat terjadi aksi saling dorong dan tendangan antara korban WAP dan pelaku DTP.
"Kejadiannya menjelang istirahat. Ada aksi dorong-dorongan dan tendangan yang menyebabkan korban jatuh dan dahi serta muka korban mengenai saluran air kamar mandi sekolah, dan tak sadarkan diri," jelas Agung, dikutip dari TribunSolo.com.
Setelah terjatuh dan tidak sadarkan diri, korban segera dibawa ke Puskesmas Sumberlawang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di fasilitas kesehatan tersebut.
Menurut Agung, korban dan pelaku sebelumnya tidak memiliki persoalan pribadi. Insiden itu diduga dipicu oleh perasaan tersinggung dari salah satu pihak.
"Sebenarnya (korban dan pelaku) tidak ada masalah, mungkin ada membuat tersinggung, sehingga timbul dorongan dan pukulan," ujar Agung.
Usai kejadian tersebut, pihak SMPN 2 Sumberlawang menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan penanganan siswa. Agung juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam pengawasan di lingkungan sekolah.
Selanjutnya, Tetangga korban, Jaiman (57), menceritakan sosok WAP semasa hidupnya. Di lingkungan sekitar, WAP dikenal sebagai anak yang baik dan tidak pernah membuat masalah.
Jaiman juga menyebutkan bahwa proses pemakaman korban direncanakan akan dilakukan pada malam ini.
"Pemakaman menunggu jenazah dari RSUD Sragen," kata dia, dikutip dari TribunSolo.com.
Ia menambahkan, orang tua korban bekerja sebagai petani. Rencananya, jenazah WAP akan dimakamkan di TPU Dusun Gulan, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.
Hingga sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah masih berada di RSUD Sragen.
Kepala sekolah setempat membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian berawal dari candaan antara dua siswa yang kemudian berkembang menjadi saling ejek.
"Awalnya saling bercanda, lalu pelaku mendorong korban hingga terjatuh," katanya, dikutip dari Kompas.com.
Setelah terjatuh, bagian dahi korban mengenai selokan yang berada di depan kamar mandi.
Korban kemudian tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat oleh pihak sekolah. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Kemudian dibawa ke puskesmas, dan dinyatakan meninggal dunia," jelas kepala sekolah.
Ia juga menambahkan bahwa pelaku mengalami syok setelah mengetahui korban meninggal. Bahkan saat proses rekonstruksi, pelaku tidak mampu berbicara. Keduanya diketahui merupakan siswa dalam satu angkatan yang sama.
Sementara itu, Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, turut membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
"Iya benar, mohon maaf masih olah TKP," imbuhnya. (*)
Artikel Asli




