JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti ancaman disinformasi di era teknologi digital, khususnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat memanipulasi suara dan video tokoh publik.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat kepada para menteri, kepala lembaga, serta pimpinan BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).
Prabowo menerangkan, perkembangan teknologi digital memungkinkan seseorang menciptakan ribuan akun media sosial sehingga seolah-olah banyak orang menyuarakan pendapat yang sama. Fenomena ini dikenal sebagai echo chamber.
Baca Juga: Pedagang “Starling” Terdampak Akibat Harga Plastik Melonjak | KOMPAS SIANG
“Dengan teknologi digital dan AI, satu orang bisa memiliki ribuan akun media sosial dan menciptakan seolah-olah ada ribuan orang yang berbicara,” kata Prabowo dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Ia juga mencontohkan bagaimana teknologi AI dapat memanipulasi konten visual maupun suara tokoh publik sehingga terlihat seolah-olah benar terjadi.
“Sekarang dengan AI seseorang bisa dibuat seolah-olah berbicara padahal tidak pernah berbicara,” ujarnya.
“Saya sendiri pernah melihat video saya menyanyi dengan suara bagus di YouTube, padahal saya tidak bisa menyanyi. Ada juga video saya berpidato dalam bahasa Mandarin atau bahasa Arab, padahal tidak pernah,” lanjutnya.
Baca Juga: Ini Komentar Mensesneg soal Reshuffle Kabinet dan Pemotongan Gaji Menteri
Prabowo menilai perkembangan teknologi tersebut menjadi tantangan baru yang harus diwaspadai, terutama terkait penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- presiden prabowo
- prabowo subianto
- ai
- media sosial
- video ai prabowo bernyanyi
- video ai prabowo pidato





