JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih, pesulap Pak Tarno tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan berjualan keliling dan menghibur masyarakat.
Rutinitas ini ia jalani dari kawasan Tanjung Priok hingga Kota Tua, Jakarta. Sebagai informasi, Pak Tarno pernah dua kali mengalami serangan stroke.
Keputusan Pak Tarno untuk tetap aktif bukan tanpa alasan.
Selain faktor ekonomi, kebiasaan untuk tidak berdiam diri di rumah juga menjadi pendorong utama.
Baca juga: Pak Tarno Berangsur Pulih, tetapi Keputusannya Bikin Keluarga Cemas
“Sudah lama jualannya. Kalau hari biasa jualan, kalau Sabtu-Minggu di Kota Tua,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026).
Dalam kesehariannya, Pak Tarno menjajakan berbagai barang sederhana, seperti sisir, jepit rambut, hingga mainan anak-anak.
Aktivitas tersebut ia lakukan sejak pagi hingga malam hari, menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.
Pada akhir pekan, ia berpindah ke kawasan Kota Tua.
Di sana, ia tidak hanya berjualan, tetapi juga menghibur pengunjung dengan atraksi sulap yang menjadi ciri khasnya selama ini.
Baca juga: Potret Aktivitas Pak Tarno: Dari Jualan di Tanjung Priok hingga Menghibur di Kota Tua
“Siangnya foto, terus malamnya sulap di pasar malam. Banyak yang nonton sulap pada kasih duit,” kata dia.
Penghasilan yang diperoleh pun tidak menentu.
Selain dari hasil jualan, ia juga menerima uang sukarela dari pengunjung yang terhibur oleh penampilannya.
“Ada yang kasih Rp 5.000, Rp 10.000. Banyak orang yang kasih uang buat berobat, ‘Pak Tarno, biar cepat sembuh, nanti sulap lagi. Aku senang lihat sulap Pak Tarno, menghibur,’” ujarnya.
Dukungan dari masyarakat tersebut menjadi salah satu alasan Pak Tarno tetap semangat beraktivitas di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, sang istri, Lisa Karlina, menjelaskan bahwa suaminya memang tidak terbiasa berdiam diri di rumah.