Harga Emas Dunia Naik Tipis, Investor Tetap Waspada

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Chicago: Harga emas dunia sedikit naik pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, karena investor tetap waspada di tengah sedikitnya kemajuan pembicaraan damai antara AS dan Iran. Apalagi ini terjadi menjelang tenggat waktu penting yang ditetapkan Presiden Donald Trump untuk membuka blokade Selat Hormuz yang kritis.

Dikutip dari Investing.com, Rabu, 8 April 2026, harga emas spot XAU/USD terakhir naik 0,6 persen menjadi USD4.678,51 per ons. Sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman Juni naik 0,4 persen menjadi USD4.704,45 per ons. Trump lempar ancaman bagi Iran Pada Selasa, Trump mengancam akan menghancurkan "seluruh peradaban" Iran jika Republik Islam tidak membuka kembali Selat Hormuz sebelum batas waktu pukul 20:00 ET.

Penutupan efektif jalur vital tersebut telah mendorong harga minyak naik, mengancam akan meningkatkan inflasi dan membebani pertumbuhan global. Kira-kira seperlima minyak dunia melewati jalur air tersebut.

Sebelumnya, Trump bersumpah untuk menghancurkan "setiap jembatan" dan "pembangkit listrik" di Iran, dan mengatakan bahwa jika AS menyerang infrastruktur energi Teheran, negara itu akan membutuhkan "100 tahun untuk membangun kembali."

Baca Juga :

Harga Emas Masuk Fase Tekanan, Masih Bisa Menguat Lagi?


(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Wall Street Journal melaporkan Iran telah menghentikan semua pembicaraan langsung dengan AS setelah ancaman "seluruh peradaban" Trump, meskipun negosiasi melalui mediator masih berlangsung.

Reuters melaporkan Iran mengatakan tidak ada negosiasi dengan AS yang menginginkan negara itu untuk "menyerah di bawah tekanan," mengutip sumber senior Iran.

Iran juga memperingatkan jika AS menyerang pembangkit listriknya, "seluruh wilayah dan Arab Saudi akan jatuh ke dalam kegelapan total," kata Reuters, menambahkan Qatar telah menyampaikan pesan ini kepada AS pada Senin.

Selain itu, Iran tidak akan membuka kembali selat tersebut sebagai imbalan atas "janji kosong," kata Reuters. Iran juga mengancam bahwa, jika situasi semakin memburuk, sekutunya akan menutup jalur air Bab-el-Mandeb, jalur penting global lainnya yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden. Harga emas tetap lebih rendah sejak perang Iran dimulai Logam kuning tersebut tetap berada di bawah tekanan sejak dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Harga emas spot turun 11,7 persen selama periode tersebut.

Penurunan ini karena prospek lonjakan inflasi yang dipicu oleh energi mendukung ekspektasi bahwa bank sentral di seluruh dunia mungkin memilih untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja buruk dalam lingkungan suku bunga yang tinggi.

Tekanan penurunan harga emas semakin diperkuat oleh dolar AS. Dolar AS sebagian besar menjadi aset safe haven pilihan bagi investor selama konflik Timur Tengah terbaru dan telah menguat, membuat emas yang didenominasikan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

"Pada perdagangan awal Kamis lalu, harga emas sempat diperdagangkan di USD4.800 untuk mencapai level terbaiknya dalam dua minggu. Tetapi kemudian merosot, turun ke USD4.550 hanya beberapa jam kemudian. Harga emas telah pulih sejak saat itu, tetapi tidak banyak kekuatan di balik reli tersebut, menunjukkan bahwa investor tidak sepenuhnya yakin bahwa harga yang lebih tinggi akan segera terjadi," kata analis pasar senior di Trade Nation David Morrison.

“Namun, MACD harian telah berbalik naik dari level yang relatif jenuh jual, dan ini mungkin memberi kepercayaan diri pada para pelaku pasar bullish. Sayangnya, pasar tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga tahun ini karena tekanan inflasi mulai meningkat lagi, yang baru-baru ini didorong oleh harga minyak. Ini kemungkinan akan memberikan sedikit hambatan dalam jangka pendek,” katanya.

“Laporan Nonfarm Payrolls yang kuat minggu lalu juga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama,” tambah Morrison, merujuk pada laporan pekerjaan bulan Maret yang jauh lebih kuat dari perkiraan yang diterbitkan pada Jumat Agung.

Sentuhan positif terhadap emas juga didukung oleh bank sentral China, yang mempertahankan pembelian logam mulia tersebut selama tujuh belas bulan berturut-turut. Cadangannya mencapai 74,38 juta ons troy murni pada akhir Maret, dibandingkan dengan 74,22 juta pada bulan sebelumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Opsi Rute Keberangkatan Haji 2026 Masih Dibahas
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Massa BEM UI Demo di Patung Kuda Hari ini, Seribuan Personel Disiagakan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Haris Rusly Moti: Prabowo Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Gejolak Geopolitik
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelanggaran TKA Ditindak Tegas, Simak Daftar Lengkap Pelanggaran Siswa
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gedung Lantai 2 Polres Jakbar Kebakaran, 13 Damkar Meluncur
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.