Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menuturkan akan ada dua pabrik LPG plant baru yang akan mulai on stream bulan ini. Dengan begitu, produksi LPG juga dapat bertambah.
Adapun pabrik pertama yang akan on stream adalah LPG Plant Cilamaya yang dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa.
“Ini mudah-mudahan di bulan April ini kita akan resmikan pabrik LPG plant di Cilamaya itu bisa memproduksi LPG 163 MT per day. Kondesatnya, 1.891 barrel oil per day (BOPD),” kata Djoko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Rabu (8/4).
LPG Plant Cilamaya sudah masuk ke dalam proses testing untuk fasilitas feed gas line, lean gas line dan flare system. Saat ini, pabrik tersebut sedang menyelesaikan instalasi di area proses LPG dan merampungkan jalur pipa produk dan terminal unloading LPG kondensat.
Selain LPG Plant Cilamaya, pabrik kedua yang akan on stream pada bulan ini adalah LPG Plant Tuban.
“Itu bisa meningkatkan atau menambah produksi ini juga di bulan April akan on stream, akan diresmikan itu sebesar 30 MT per day, kondensat nya 348 barrel oil per day (BOPD),” ujarnya.
LPG Plant Tuban diharap bisa on stream pada akhir April 2026. Saat ini, pabrik tersebut masih dalam proses untuk commissioning fasilitas. Selain kedua pabrik tersebut yang akan on stream bulan ini, masih terdapat dua pabrik yang akan on stream di tahun 2027.
Pertama ada LPG Plant Jambi Merang yang memiliki kapasitas 320 MT per day dengan kondensat kurang lebih 3.712 BOPD. Nantinya, pabrik tersebut ditarget on stream pada kuartal kedua 2027.
Selain itu, terdapat LPG Plant Senoro yang memiliki kapasitas 57 MT per day dengan kondensat kurang lebih 626 BOPD. Nantinya, pabrik tersebut ditarget on stream pada 2027. Saat ini, pabrik tersebut masih dalam proses pembangunan flare gas recovery. Pada pabrik itu, evaluasi potensi relokasi kilang eksisting juga tengah dilakukan.





