Pemprov Jatim dan Tiongkok Kerja Sama di Bidang Energi Bersih hingga Investasi

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendorong penguatan kerja sama dalam bidang energi bersih, industri, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga investasi.

Pembahasan kerja sama berbagai bidang itu dibahas dalam pertemuan antara Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim bersama Wang Lutong Duta Besar RRT untuk Indonesia di Gedung VIP Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu, Khofifah menyebut hubungan kerja sama antara Jatim dan Tiongkok terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dalam sektor investasi.

Salah satunya, adalah rencana ground breaking pembangunan pabrik melamin di Kabupaten Gresik dan kunjungan ke wisata Bromo.

“Kunjungan Dubes RRT untuk Indonesia merupakan sesuatu yang sangat penting bagi Jatim sebab investasi di Jatim harus terus tumbuh termasuk wisata Bromo agar lebih dikenal luas oleh dunia,” ujar Khofifah, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, kerja sama dengan RRT juga merambah pada bidang pendidikan dan riset, termasuk penguatan kapasitas SDM. Salah satunya aparatur sipil negara (ASN).

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim guna meningkatkan kompetensi dan inovasi birokrasi.

“Mendapat penguatan tingkat kompetensi dan inovasi bagi ASN melalui BPSDM Jatim,” ucap Khofifah.

Kemudian, di sektor peternakan, Khofifah mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jatim tengah mendorong peningkatan produksi susu sapi guna memenuhi kebutuhan nasional.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjajaki kerja sama pengadaan bibit sapi perah unggul, termasuk dari Tiongkok yang dinilai memiliki tingkat produktivitas tinggi.

“Dari berbagai sapi perah di Jatim dari berbagai negara tetapi yang paling tinggi produktivitas saat ini adalah sapi perah asal Tiongkok,” jelasnya.

Lalu, potensi kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya pemanfaatan panel surya sebagai bagian dari upaya transisi energi dari fosil ke non-fosil.

Langkah itu sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

“Diskusi dan tindak lanjut akan kita maksimalkan dan terus berlanjut,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Wang Lutong Dubes Tiongkok untuk Indonesia menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi dan mitra strategis dalam berbagai sektor.

Dia menekankan, Tiongkok membuka peluang lebih luas bagi investor untuk masuk ke Jawa Timur, termasuk kerja sama industri dan pengembangan tenaga kerja.

“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua pihak,” tandasnya.(wld/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bitcoin Melonjak di Tengah Harapan Damai Perang Timur Tengah
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Rekomendasi Pantai Indah di Bali
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dr. Tonic Tangkau Terpilih Aklamasi Pimpin Peradi SAI Surabaya Raya 2026–2031
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Mojtaba Buka Suara! Sampaikan Duka atas Tewasnya Kepala Intelijen IRGC | SAPA PAGI
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pelimpahan Berkas Perkara, Para Tersangka berikut Barang Bukti penganiayaan terhadap AY
• 16 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.