Iran memastikan akan menjamin keamanan pelayaran yang melintasi Selat Hormuz, pada Rabu (8/4), selama 2 pekan mendatang. Jeda konflik ini akan digunakan untuk berdialog dan bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait konflik yang tengah terjadi.
"Selama 2 pekan, keamanan Selat Hormuz akan dijamin dengan koordinasi oleh Angkatan Bersenjata Iran. Tapi ada sejumlah pembatasan teknis," kata Menlu Iran, Abbas Araghchi, dikutip dari akun X resminya, Rabu (8/4).
Selain itu, Araghchi juga menyampaikan telah menerima 15 poin proposal dari AS lewat Perdana Menteri Pakistan Sharif Shehbaz. Sebaliknya, AS juga telah menerima 10 poin proposal dari Iran lewat jalur yang sama.
Hal itu yang memicu Presiden Donald Trump menghentikan serangan selama 2 pekan ke depan. Padahal, ia sempat menebar ancaman akan menghancurkan Iran pada pukul 08.00 waktu AS, jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Tak lupa, Araghchi juga menyampaikan terima kasihnya kepada para pemimpin Pakistan itu.
"Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada saudara saya, yang terhormat Perdana Menteri Pakistan Sharif dan yang terhormat Marsekal Lapangan Munir (Asim) Munir atas upaya mereka yang tak kenal lelah menghentikan perang di kawasan," ucap Araghchi.




