Ladies, tahukah kamu bahwa burnout tidak hanya terjadi di dunia pekerjaan? Rasa lelah berlebih dan hilang motivasi ini juga bisa dirasakan dalam lingkup olahraga. Bahkan, orang-orang yang terbiasa berolahraga, mulai dari pelatih hingga atlet, juga tak asing dengan fenomena burnout.
Dilansir WebMD, burnout adalah kelelahan berlebih secara emosional. Ini bisa disebabkan oleh rasa kewalahan akibat kesibukan, stres berkepanjangan, dan kelelahan fisik. Burnout bisa terjadi saat rasa kewalahan tersebut tidak ditangani dan tubuh terus dipaksakan beraktivitas.
Burnout bisa berdampak pada penurunan produktivitas. Ketika tubuh terlalu lelah dan kehilangan motivasi, aktivitas biasa pun terasa sangat berat—termasuk menjalani hobi dan rutinitas, seperti olahraga. Salah satu contohnya adalah atlet figure skating asal Amerika Serikat, Alysa Liu.
Nama Alysa Liu melejit berkat penampilan spektakulernya di Winter Olympics Milano Cortina 2026 pada Februari lalu. Alysa membawa pulang dua medali emas setelah sempat pensiun dini akibat burnout saat berumur 16 tahun. Setelah sempat rehat dan memutuskan untuk memegang kendali atas kariernya, dia kembali ke ice rink.
Hal yang sama juga dialami oleh strength trainer dan istri dari DJ Dipha Barus, Vanessa Budihardja-Barus. Dalam Press Conference AIA Vitality Women’s 10K pada Selasa (7/4), Vanessa menjelaskan bahwa saat usianya masih 20-an, ia sangat mendalami olahraga angkat besi. Dia rutin melakukannya sebanyak 3–4 kali seminggu, dari pukul 6 hingga 9 pagi. Vanessa pun mengaku, jam tidurnya cukup berantakan saat itu.
“Tidak cuma soal pekerjaan, dalam fitness juga, burnout itu sangat nyata dan ada banyak faktornya juga. Mungkin, kamu berolahraganya berlebihan, sementara waktu pemulihannya kurang. Atau mungkin, tidak ada dukungan dari komunitas,” jelas Vanessa di SANA Studio Iskandarsyah, Jakarta Selatan.
“Lama kelamaan, tubuh saya berhenti merespons olahraga yang saya lakukan. Saya merasa lelah, capek, tidak termotivasi,” imbuh penggiat pelestarian lingkungan ini.
Ketika burnout terjadi, Vanessa mengatakan, yang bisa dilakukan adalah berfokus pada pemulihan terlebih dahulu. Istirahatlah yang cukup dan konsumsi makanan yang bernutrisi. Terakhir, coba jenis olahraga lainnya. Menghadirkan variasi dalam rutinitas olahraga bisa mengurangi rasa jenuh.
“Cobalah segalanya. Siapa tahu, olahraga yang biasa kamu lakukan bukanlah sesuatu yang senang kamu lakukan. Mungkin kamu sebenarnya ingin move on dari jenis olahraga yang satu ke lainnya. Jadi, divariasikan saja,” tutup Vanessa.





