REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump kepada AFP dilansir Telegraph, meyakini bahwa China memiliki peran dalam proses negosiasi gencatan senjata dengan Iran. Sementara, New York Times mengutip tiga pejabat Iran, juga melaporkan, Iran akhirnya mau menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan menyusul intervensi menit-akhir China.
China dilaporkan berhasil meminta Iran untuk "menunjukkan fleksibilitas dan meredakan ketegangan" di tengah kekhawatiran akan terjadinya kajatuhan ekonomi dunia. Pada Rabu (8/4/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China mengatakan bahwa mereka menyambut baik gencatan senjata, sambil menambahkan bahwa Beijing mengambil upaya tersendiri untuk merealisasikan perdamaian di Timur Tengah.
Baca Juga
PBB Gagal Sahkan Resolusi Membuka Selat Hormuz Usai Rusia dan China dan Memveto
Di Selat Hormuz, Iran dan China Bersatu Pangkas Pengaruh Dolar
AS dan Iran Gencatan Senjata, Kapan Kapal Pertamina Bisa Melintasi Selat Hormuz?
"China secara konsisten mengadvokasi gencatan senjata segara dan penghentian permusuhan, juga resolusi untuk perselisihan lewat saluran politik dan diplomasi," ujar Juru Bicara Kemenlu China Mao Ning, namun tidak menjelaskan detail upaya China dalam proses negosiasi antara AS dan Iran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Presiden AS Donald Trump lewat unggahannya di Truth Social, Selasa (7/4/2026) atau Rabu WIB, mengumumkan masa 2 pekan gencatan senjata dengan Iran. Israel setuju dengan keputusan Trump ini.
"Saya setuju untuk menghentikan sementara pengeboman dan penyerangan ke Iran untuk periode dua pekan, dua sisi gencatan senjata," kata Trump.
Puing-puing HC-130J Combat King dan helikopter MH-6M Little Bird yang dihancurkan militer AS sebagai bagian operasi penyelamatan pilot F-15E Strike Eagle di pegunungan Isfahan, Iran. - (Fars News)
Trump mengeklaim keputusan gencatan senjata setelah pembicaraannya dengan pemimpin Pakistan selaku moderator, setelah Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz. Iran merespons keputusan Trump ini dengan mendeklarasikan kemenangan perang.
Tak lama setelah pengumuman oleh Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mngonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai.
"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami akan menghentikan operasi pertahannya," kata Araghchi dikutip Al Jazeera.
"Untuk periode dua pekan, perlintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan pertimbangan pembatasan teknis," kata Araghchi menambahkan.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)