JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, distribusi koper untuk jemaah haji Indonesia tahun 2026 masih menghadapi kendala logistik.
Hingga saat ini, distribusi koper baru mencapai sekitar 58 persen dari total kebutuhan jemaah.
“Distribusi koper jemaah menunjukkan progres sekitar 58 persen, khususnya untuk maskapai Saudia Airlines yang difokuskan pada kloter-kloter awal,” kata Irfan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (8/4).
Pemerintah mencatat ada kendala dalam pengiriman koper yang ditangani oleh maskapai Garuda Indonesia.
Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu usai Trump Sepakati Gencatan Senjata | SAPA MALAM
Dari total 20.617 koper yang telah dikirim, baru sebagian kecil yang terkonfirmasi telah diterima oleh kantor wilayah Kementerian Agama di daerah.
“Dari 20.617 koper yang telah dikirim, baru 1.653 koper yang terkonfirmasi diterima oleh Kanwil,” ungkap Irfan.
Kemenhaj pun meminta maskapai segera mempercepat proses distribusi, agar perlengkapan jemaah dapat diterima sebelum jadwal keberangkatan haji dimulai.
Baca Juga: Menhaj Pastikan Keselamatan Jemaah Haji Indonesia Ditengah Konflik Timur Tengah | JMP
Pemerintah menargetkan seluruh koper jemaah sudah diterima di daerah paling lambat pada 16 April 2026, atau beberapa hari sebelum jemaah mulai masuk asrama haji.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- pengiriman koper jemaah haji
- penerbangan haji garuda indonesia
- penerbangan haji saudi airlines
- menteri haji dan umrah





