Ketika Rumah Jadi Warehouse, Strategi Hizran Membawa UMKM Lokal Menguasai Pasar E-Commerce

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

Berbisnis dari rumah bukanlah hambatan. Sudut rumah pun bisa disulap menjadi gudang. Dari sana, pasar dijangkau lebih luas dengan memanfaatkan platform digital E-Commerce. Melesat hingga ribuan pengiriman, bahkan menembus pasar luar negeri. 

Oleh: DEWI SARTIKA MAHMUD, Makassar

Di ujung Jalan Cokonori, Makassar, sebuah rumah sederhana tampak seperti hunian biasa saja. Namun, begitu melangkah ke bagian belakang, suasana berubah drastis. 

Di dalam rumah itu, ada banyak tumpukan baju. Corak dominan hitam tersusun rapi. Rak-rak besi dipenuhi paket. Itu siap kirim. Dua pekerja sibuk mengemas setiap paket yang dipesan. Berpadu suara-suara plastik pembungkus dengan notifikasi pesanan yang terus masuk di salah satu gawai.   

Ruangan itu bukan sekadar gudang —melainkan pusat dari usaha yang kini telah menjangkau ribuan pelanggan.

Di tempat itulah, Muhammad Hizran Rafi yang akrab disapa Iccang menjalankan bisnisnya. Ia adalah pemilik brand lokal Cambridge, sekaligus seller aktif di Shopee. 

Dari rumahnya, ia mengelola penjualan berbagai produk fesyen—mulai dari baju, hoodie, tas, sandal, topi hingga dompet.

Kisahnya menjadi gambaran bahwa UMKM lokal mampu tumbuh besar, selama berani beradaptasi dan membaca arah kebiasaan baru konsumen.

Iccang bercerita, perjalanan bisnisnya mengalami titik balik besar sejak 2023. Jika sebelumnya ia lebih mengandalkan penjualan offline ala distro yang populer sejak 2010, kini ia sepenuhnya beralih ke platform digital.

“Dulu orang datang langsung, pilih barang. Sekarang cukup chat, minta size, selesai,” ujarnya.

Perubahan perilaku konsumen itu menjadi peluang. Ia melihat kebiasaan belanja masyarakat kini jauh lebih praktis dan instan. 

Platform e-commerce bukan hanya memudahkan pembeli, tetapi juga membuka pasar yang nyaris tanpa batas.

Sejak aktif di Shopee pada 2023, bisnisnya berkembang pesat. Tak tanggung-tanggung, Hizran mencatat sudah lebih dari 9.000 pengiriman yang ia layani. 

Jangkauannya pun luas, mulai dari Ambon hingga Papua. Bahkan, salah satu produknya yaitu topi, pernah menembus pasar internasional hingga Meksiko.

Dalam sehari, aktivitas pengiriman bisa sangat padat. Ia bahkan pernah mencatat hingga 20 kurir datang bersamaan untuk mengambil paket. 

Pemandangan ini menjadi bukti bagaimana skala bisnis rumahan bisa berkembang berkat digitalisasi.

“Kalau dulu jual offline, paling setengah roll kain atau sekitar 40 lembar. Sekarang bisa sampai dua roll,” ungkapnya.

Lonjakan itu terasa signifikan terutama saat memasuki high season. Jika di awal 2023 penjualannya masih di angka satu digit per hari, kini bisa menembus dua digit bahkan lebih.

Dari segi produk, ia tidak asal produksi. Ia selalu mengikuti tren pasar. Setiap model atau desain ditargetkan minimal 10 varian untuk melihat respons konsumen. 

“Harga yang saya tawarkan pun relatif terjangkau, berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu,” tuturnya.

Menariknya, ia juga memanfaatkan berbagai fitur promosi di e-commerce di shopee seperti potongan harga yang justru membantu meningkatkan volume penjualan. 

“Dukungan dari supplier menjadi kunci penjualan saya, terutama karena sebagian produksi masih melibatkan pengiriman dari Bandung ke Makassar,” tuturnya.

Meski terlihat sukses, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Di awal merintis, Iccang harus bekerja sendiri tanpa karyawan. 

Ia juga kerap menghadapi kendala waktu distribusi barang yang bisa memakan waktu satu hingga dua minggu.

Kini, ia telah dibantu dua orang karyawan untuk mengelola operasional harian. Namun, ia tetap turun langsung, mulai dari pengecekan kualitas hingga pengemasan.

“Kalau ada yang mau request desain juga bisa, minimal dua lusin,” tambahnya.

Ke depan, ia berencana memaksimalkan fitur live selling di Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Ia yakin, potensi e-commerce masih sangat besar dan belum memiliki batas.

Baginya, transformasi digital bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan. Dari rumah yang disulap menjadi gudang, ia membuktikan bahwa usaha lokal bisa bersaing bahkan menembus pasar global.

Di tengah tumpukan paket dan hiruk pikuk pengiriman, satu hal yang pasti—mimpi besar bisa tumbuh dari ruang kecil, selama ada keberanian untuk beradaptasi. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pidato Paskah Trump: Amerika Serikat Mencetak Banyak Rekor
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Sutradara Bloodhounds 2 Ceritakan Penampilan Cameo Park Seo Joon hingga Dex
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Stok LPG Nasional Aman, Ini Sumber Pasokan Pengganti Selain Timur Tengah
• 18 menit lalumetrotvnews.com
thumb
AS Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN untuk Kembalikan Artefak Ilegal dan Lindungi Warisan Budaya
• 1 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Diprediksi Melemah hingga 6.745, Cermati Analisa Saham BMRI-INKP
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.