EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada (6 April) pagi menyampaikan pidato Paskah. Di awal pidatonya, ia mengatakan bahwa ini adalah “hari yang sangat istimewa”, serta menyinggung soal agama dan perayaan Yesus. Ia juga menyatakan bahwa menjadi Presiden Amerika Serikat adalah sebuah kehormatan besar baginya.
Berbicara tentang kondisi Amerika, Trump mengatakan bahwa keadaan negara tersebut “tidak pernah sebaik sekarang”, dan telah mencetak rekor di banyak bidang, seperti pasar saham dan militer, yang menurutnya mencapai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Di tengah acara, ada momen kecil ketika Trump dengan suara lantang bertanya:
“Bagaimana dengan operasi penyelamatan kemarin?”
Pertanyaan itu langsung disambut sorakan meriah dari para hadirin.
Namun di sisi lain, situasi di Timur Tengah masih tegang.
Iran hari ini menyatakan berharap konflik yang telah berlangsung beberapa minggu dengan Amerika Serikat dan Israel dapat “benar-benar berakhir”. Namun, Iran juga menegaskan tidak akan langsung membuka kembali Selat Hormuz dalam kondisi gencatan senjata sementara.
Menurut pernyataan resmi Iran, mereka telah melalui Pakistan menyampaikan proposal balasan kepada Amerika Serikat, yang terdiri dari 10 poin, mencakup gencatan senjata, keamanan selat, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi pascaperang. Namun poin pentingnya adalah proposal tersebut tidak menerima syarat gencatan senjata yang ada saat ini.
Sebelumnya, Trump telah menetapkan tenggat waktu yang jelas, menuntut Iran untuk mencapai kesepakatan sebelum Selasa pukul 20.00 waktu Timur AS, termasuk membuka kembali Selat Hormuz, jika tidak maka akan menghadapi “serangan seperti neraka”. Ia kembali menegaskan bahwa tenggat waktu tersebut tidak akan berubah.
Menanggapi penolakan Iran terhadap kesepakatan gencatan senjata, Trump mengatakan dalam acara Easter Egg Roll bahwa Iran tidak mau “mengakui kekalahan”. Ia memperingatkan bahwa jika kondisi ini berlanjut, maka jembatan, pembangkit listrik, dan berbagai fasilitas lainnya akan hancur.
Ia juga menambahkan: “Saya tidak akan melanjutkan, karena masih ada hal yang lebih buruk dari itu.”
Trump juga menyinggung soal energi. Ia mengatakan bahwa jika keputusan ada di tangannya, ia cenderung menggunakan cara militer untuk mengendalikan sumber daya minyak Iran.
Namun, ia juga mengakui bahwa para pemilih Amerika saat ini lebih menginginkan diakhirinya perang di luar negeri dan membawa pulang pasukan ke dalam negeri. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





