Penulis: Riwandi
TVRINews – Kota Banjarbaru
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan laju inflasi masih dalam kondisi terkendali, meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan utama.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyebut pengendalian inflasi terus dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk intervensi pasar lewat program pasar murah yang digelar di sejumlah wilayah.
Ia mengungkapkan, terdapat lima kabupaten/kota yang saat ini menjadi perhatian khusus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akibat tren kenaikan harga, terutama pada gula pasir dan cabai rawit.
“Beberapa harga bahan pokok di daerah lain lebih tinggi, seperti gula pasir dan cabai rawit. Ada 5 kabupaten/kota seperti Banjarmasin, Kotabaru, Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah dan Tanjung yang menjadi fokus kita terhadap inflasi,” jelas Bagiawan pada Rabu, 8 April 2026.
Untuk meredam gejolak harga, pemerintah daerah akan menggelar pasar murah di 14 titik strategis. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Biro Ekonomi Kalsel, Eddy, menyampaikan bahwa inflasi sempat mengalami tekanan akibat kenaikan harga emas dan tarif listrik. Namun, secara umum kondisi inflasi saat ini mulai menunjukkan perbaikan.
“Alhamdulillah inflasi kita dari bulan ke bulan sudah terkendali. Namun, secara nasional inflasi kita year on year masih dipengaruhi oleh tarif dasar listrik dan emas” jelas Eddy.
Pemantauan harga terus dilakukan secara berkala bersama Kementerian Dalam Negeri dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah menargetkan inflasi tetap berada di bawah angka nasional melalui langkah-langkah pengendalian yang terukur dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





