Isu Reshuffle Menteri Prabowo Menemukan Momentum di Tengah Krisis Energi

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menyebutkan isu reshuffle kabinet era Prabowo berbeda sebenarnya bukan datang tiba-tiba. 

Hal demikian dikatakan dia menyikapi menguatnya isu reshuffle menteri era pemerintahan Prabowo.

BACA JUGA: PKB Respons Isu Reshuffle Kabinet

“Reshuffle ini bukan muncul mendadak," kata dia, Rabu (8/4).

Arifki mengatakan isu reshuffle menemukan monentum di tengah tekanan energi global akibat konflik Timur Tengah dan meningkatnya dinamika oposisi 

BACA JUGA: Jawab Isu Reshuffle, Mensesneg Prasetyo Hadi: Itu Gosip

"Momentumnya saja yang sekarang terasa lebih kuat karena bertemu dengan tekanan energi global dan mulai menguatnya narasi oposisi di ruang publik,” ujar pengamat politik itu.

Arifli mengatakan kondisi global yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi membuat pemerintah perlu memastikan kesiapan tim di dalam kabinet.

BACA JUGA: Klaim Bakal Tak Ada Reshuffle Kabinet, Menteri Pigai Sampai Ungkit Ucapan Mensesneg

Utamanya, kata dia, Prabowo bisa menunjuk figur yang mampu merespons situasi secara cepat dan tepat.

"Dalam situasi seperti ini, Presiden Prabowo Subianto tentu akan lebih berhati-hati. Yang dibutuhkan bukan sekadar figur politik, tetapi menteri yang benar-benar ahli dan mampu membantu memperkuat kinerja pemerintah," lanjut Arifki.

Dia melihat dinamika oposisi juga mulai membentuk ruang persepsi publik yang tidak bisa diabaikan, meski belum seluruhnya terinstitusionalisasi dalam sikap partai.

"Tekanan dari luar dan dalam ini bertemu dalam satu momentum, karena itu, setiap langkah pemerintah, termasuk reshuffle, akan dibaca lebih luas oleh publik,” ujar dia.

Arifki menilai reshuffle pada akhirnya bukan hanya soal pergantian posisi, tetapi instrumen strategis menjawab ekspektasi publik.

"Kalau momentum ini dikelola dengan tepat, reshuffle bisa menjadi penguatan, tetapi kalau tidak, justru bisa membuka ruang tafsir yang lebih luas dan tidak memberikan efek positif ke pemerintah,” pungkasnya. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Jonatan Christie Langsung Menggila, Bantai Tunggal Putra Malaysia Lewat Skor Afrika
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
KontraS Kantongi Bukti Dugaan Keterlibatan Sipil dalam Kasus Penyerangan Andrie Yunus
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Bebizie Blak-blakan Soal Kriteria Pasangan, Tak Butuh Tampan Asal Bertanggung Jawab dan Mapan
• 9 jam lalugrid.id
thumb
APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Tiket Pesawat Diizinkan Naik, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Bebani Rakyat Secara Sepihak
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.