APBN Tetap Sehat, Ekonom Puji Disiplin Fiskal dan Penerimaan Negara

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menanggapi data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait dengan realisasi penerimaan negara Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp 574,9 triliun, Ekonom menilai bahwa perkembangan tersebut menunjukkan adanya sinyal positif dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam hal ini, Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko menilai bahwa belanja negara yang ekspansif pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan bahwa pemerintah terus mendorong pergerakan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga disiplin fiskal sesuai dengan koridor yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo: Hormati Kritik, Namun Pembangunan Bangsa Harus Tetap Jalan

"Penyerapan belanja pemerintah naik, penerimaan negara juga tumbuh tinggi, sehingga gairah pergerakan ekonomi memberikan harapan baik ke depan," tutur Christiantoko kepada Disway secara daring, pada Rabu (08/04).

Lebih lanjut, Christiantoko juga turut memyoroti penopang utama dari angka tersebut, yang terdiri dari pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 20,7 persen, menjadi Rp 394,8 triliun.

Sementara itu pada sisi belanja negara, penyerapan anggaran mencapai Rp 815,0 triliun atau meningkat 31,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:Lawan Diabetes, BPOM Resmikan Label 'Nutri-Level' untuk Batasi GGL

"Pencapaian ini memberikan ruang fiskal yang lebih sehat untuk menopang belanja yang meningkat," pungkas Christiantoko.

Dalam hal ini, Ekonom Next Indonesia Center tersebut juga turut menyoroti angka defisit APBN, yang tercatat bernilai sebesar Rp 240,1 triliun, atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurutnya meskipun jumlah tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, defisit APBN sebesar 0,93 persen pada Triwulan I Tahun 2026 ini masih dalam batas wajar.

"Jika dicermati secara utuh, angka tersebut justru mencerminkan strategi fiskal yang terukur," ucap Christiantoko.

BACA JUGA:WFH Makin Nyaman dengan PLN Mobile, Akses Beragam Layanan Kelistrikan dalam Satu Genggaman

"Belanja yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan adanya upaya ekspansif yang memang diperlukan, terutama di awal tahun, untuk menjaga momentum pemulihan dan memperkuat daya dorong ekonomi domestik," tambahnya.

Diketahui, realisasi belanja negara pada periode Januari-Maret telah mencapai 21,2 persen dari target. Sementara rata-rata realisasi belanja negara pada triwulan I di tahun-tahun sebelumnya hanya sekitar 17 persen.

Sementara itu pada Lebaran tahun ini, pemerintah mengeluarkan paket stimulus Rp15 triliun untuk mendorong konsumsi masyarakat di bulan suci. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Dibuka 2 Minggu, DPR Sentil Diplomasi RI: Jangan Sampai Hanya Formalitas
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kunjungi SD di Kupang, Gibran Janji Carikan Solusi untuk Guru PPPK dan Honorer
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran: AS Terima Rencana Berisi 10 Poin untuk Akhiri Perang
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Manipulasi Konten Demo Agustus, Wawan Hermawan Divonis Bersalah
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Bunga Bangkai Mekar Sempurna di Sumbar, Jadi Daya Tarik Turis Mancanegara
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.