Perbaikan infrastruktur pendidikan terus digenjot pemerintah, namun persoalan kesejahteraan dan kepastian kerja guru masih menjadi tantangan di lapangan. Kondisi ini terlihat dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Sekolah yang baru saja direnovasi tersebut kini memiliki fasilitas yang jauh lebih layak dibanding sebelumnya. Namun di balik bangunan yang telah diperbarui, kekhawatiran soal nasib guru honorer dan PPPK masih membayangi.
Dalam kunjungannya, Gibran mengakui bahwa masih terdapat berbagai kekurangan yang dihadapi para tenaga pendidik. Ia pun berjanji pemerintah akan terus mencari solusi, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan PPPK.
“(Untuk) guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tetapi ini terus kita coba carikan solusinya, terutama untuk PPPK dan honorer,” ujar Gibran dikutip dari ANTARA.
Selain itu, Gibran juga menekankan pentingnya memastikan tidak ada tenaga pendidik yang kehilangan pekerjaan. Pemerintah, kata dia, telah melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Makanya, kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur. Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan," kata Gibran.
Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan guru tidak hanya berada di sektor pendidikan, tetapi juga terkait kebijakan fiskal dan daerah.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, karena di lapangan ancaman kehilangan pekerjaan masih dirasakan oleh para guru. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden.
"Izin kami sampaikan keluhan kami, kalau bisa (guru) PPPK jangan dirumahkan, karena di sini ada 10 orang. Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di SD Inpres Kaniti terganggu sekali," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam memperbaiki sarana pendidikan melalui renovasi sekolah. SD Inpres Kaniti menjadi salah satu contoh, dengan pembangunan dan perbaikan sejumlah ruang kelas, fasilitas administrasi, hingga rumah dinas guru.
Revitalisasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Proyek renovasi berlangsung selama 90 hari kerja dan mencakup berbagai fasilitas penting untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.
Baca Juga: Gubernur Sampaikan Kabar Gembira Tentang Nasib PPPK dari Pernyataan Wapres Gibran
Meski demikian, pembangunan fisik saja dinilai belum cukup untuk menjamin kualitas pendidikan. Keberadaan dan kesejahteraan guru tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan proses belajar di sekolah.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga memberikan motivasi kepada para siswa agar lebih semangat belajar dengan fasilitas baru yang tersedia. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah dan memanfaatkan sarana yang telah diperbaiki.
"Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak harus semangat belajar," kata Gibran.
Pesan ini menutup kunjungan yang di satu sisi menunjukkan kemajuan fisik, namun di sisi lain masih menyisakan persoalan mendasar terkait tenaga pendidik.





