Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) resmi menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026, yang tahun ini hadir dengan cakupan lebih luas dan pendekatan yang lebih inklusif.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, program ini tidak lagi sekadar kampanye edukasi, melainkan mulai mengarah pada integrasi ekosistem digital secara menyeluruh.
BLK 2026 mengusung tema besar tentang sinergi inovasi blockchain dan kripto sebagai fondasi transformasi digital Indonesia.
Baca juga: ICEx Resmi Diluncurkan, Siap Bangun Infrastruktur Kripto Berkelas Dunia
Kegiatan ini akan berlangsung dalam bentuk roadshow di tiga kota, Solo, Yogyakarta, dan Manado, sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan literasi ke berbagai wilayah.
Pembukaan BLK 2026 digelar pada 7 April 2026 di kawasan Senayan, Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama. Di antaranya, Adi Budiarso dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ketua Umum ABI, Robby Bun.
Dalam paparannya, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso menyampaikan nilai transaksi kripto di Indonesia menunjukkan dinamika fluktuatif dalam lima tahun terakhir.
Namun di balik volatilitas tersebut, kontribusi terhadap negara terus meningkat, terutama dari sisi penerimaan pajak yang telah mencapai ratusan miliar rupiah.
Adi menambahkan aset kripto di Indonesia memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara berupa pajak mencapai Rp796,73 miliar pada tahun 2026. Bahkan, hingga Februari 2026 menyentuh angka Rp1,96 triliun.
Hal ini menunjukkan aset kripto bukan lagi sekadar instrumen spekulatif, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang mulai terstruktur. Ekspansi Program Tahun ini, BLK memperkenalkan dua inisiatif baru yang memperluas target audiens.
Pertama, program literasi blockchain yang difokuskan bagi para pengembang (developer). Inisiatif ini menghadirkan diskusi teknis dan workshop untuk memperdalam pemahaman terkait
pengembangan teknologi.
Kedua, program literasi khusus bagi aparat penegak hukum (APH). Fokusnya adalah pada aspek regulasi, keamanan, serta penanganan potensi pelanggaran di sektor aset digital—sebuah langkah yang menandakan semakin seriusnya perhatian terhadap tata kelola industri ini.
Selain edukasi, ABI juga memperkenalkan portal pengaduan sebagai bagian dari penguatan perlindungan konsumen. Platform ini memungkinkan masyarakat untuk melaporkan berbagai permasalahan dalam ekosistem blockchain dan kripto, mulai dari aktivitas bursa hingga proyek berbasis teknologi.
Menurut Robby Bun, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menangani keluhan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap industri yang masih berkembang ini.
“Kanal ini tidak terbatas pada pengaduan terkait crypto exchange (bursa kripto), tetapi juga mencakup berbagai aktivitas lain dalam ekosistem (blockchain dan kripto nasional), termasuk project, layanan berbasis blockchain, hingga potensi penyalahgunaan yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan sistem pengaduan tersebut dirancang aman dan sesuai dengan standar perlindungan konsumen yang berlaku, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam menyampaikan laporan. Menuju Ekosistem Digital yang Lebih Matang Rangkaian acara BLK 2026 juga diisi dengan berbagai diskusi panel yang membahas isu-isu krusial, mulai dari arah regulasi, perkembangan inovasi blockchain, hingga prospek jangka panjang ekonomi digital Indonesia.
Dengan dukungan berbagai mitra media dan terbukanya akses bagi publik secara gratis, BLK 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam mempercepat literasi sekaligus integrasi teknologi blockchain di Indonesia.
“Jadi, bagi teman-teman yang ingin melakukan pengaduan, silakan. Tidak perlu khawatir terhadap adanya intimidasi. Kami menjamin bahwasannya data yang Anda submit (kirimkan) kepada asosiasi itu terlindungi baik sesuai peraturan OJK yang saat ini berlaku terhadap pelindungan konsumen,” tuturnya.
Lebih dari sekadar edukasi, inisiatif ini mencerminkan pergeseran arah: dari mengenalkan teknologi, menuju membangun ekosistem digital yang lebih matang, transparan, dan inklusif bagi semua pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





