JAKARTA, KOMPAS.TV - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 1 Jakarta mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait maraknya penipuan berkedok rekrutmen kerja yang kini menyebar luas di media sosial, khususnya TikTok.
Fenomena ini dinilai semakin meresahkan karena pelaku memanfaatkan nama besar KAI untuk menarik korban, terutama pencari kerja yang sedang aktif mencari peluang karier.
“KAI tidak pernah membuka rekrutmen melalui akun tidak resmi di media sosial, termasuk TikTok. Informasi yang beredar dari akun-akun tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari KAI,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Rabu (8/4/2026), dikutip Antara.
Dia menegaskan seluruh proses penerimaan pegawai hanya dilakukan melalui situs resmi perusahaan, yakni e-recruitment.kai.id, serta akun media sosial resmi yang telah terverifikasi.
Di luar kanal tersebut, informasi lowongan dipastikan tidak valid dan berpotensi menjadi modus penipuan.
Baca Juga: Lowongan Kerja Management Trainee Paragon April 2026
Franoto mengungkapkan, pihaknya telah menemukan sejumlah akun TikTok yang mengatasnamakan rekrutmen BUMN maupun KAI, dan menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Kenali Modus Penipuan Rekrutmen KAI
Agar tidak terjebak, masyarakat perlu memahami pola penipuan yang kerap digunakan pelaku. Berikut beberapa modus yang ditemukan:
- Menyebarkan lowongan kerja melalui akun media sosial tidak resmi
- Mengarahkan pelamar ke nomor atau kontak pribadi tertentu
- Meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau seleksi
- Menjanjikan kelulusan tanpa proses rekrutmen yang transparan
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- lowongan kerja
- rekrutmen kai
- modus penipuan
- lowongan palsu
- penipuan lowongan kerja
- penipuan rekrutmen KAI





