Istana mengaku akan mengkaji soal penempatan prajurit TNI dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ini dilakukan pasca insiden gugurnya 3 prajurit TNI di sana.
"Iya pasti, pasti (akan dievaluasi penempatan TNI di UNIFIL)," kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan, Rabu (8/4).
"Apa yang kita minta yang disampaikan perwakilan kita di PBB juga itu bagian dari evaluasi gitu," sambungnya.
Saat disinggung soal potensi penarikan TNI yang sudah ada di UNIFIL saat ini, Prasetyo belum bisa memastikannya.
"Ya, kita lihat dulu hasilnya kan," ujarnya.
Sebelumnya, investigator PBB pada Selasa (7/4) mengumumkan temuan awal adanya indikasi kuat tembakan tank Israel dan peledak (IED) Hizbullah yang menyebabkan gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL.
Ketiga jenazah prajurit itu telah dipulangkan ke Tanah Air dan dimakamkan di tiga tempat berbeda pada Minggu (5/4).
Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. Serka (Anm) M. Nur Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo, Magelang. Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo.





