Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Jeda pertempuran ini diharapkan menjadi momentum krusial untuk menegosiasikan penyelesaian konflik yang tengah memanas di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (8/4/2026), Albanese menegaskan bahwa Australia sangat berharap gencatan senjata ini dapat benar-benar ditegakkan demi mewujudkan resolusi konflik yang permanen.
"Kami berterima kasih dan mendukung penuh kerja keras para negosiator, termasuk Pakistan, Mesir, Turki, dan Arab Saudi, dalam memajukan upaya deeskalasi ini," tutur Albanese.
Lebih lanjut, Albanese menegaskan kembali sikap konsisten pemerintahannya. Ia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat konflik untuk senantiasa menjunjung tinggi hukum humaniter internasional, dengan prioritas utama melindungi keselamatan nyawa warga sipil di kawasan tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata sementara ini sendiri dicapai melalui proses yang cukup dramatis. Jeda pertempuran ini disetujui hanya kurang dari dua jam sebelum batas waktu ancaman yang ditetapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, berakhir.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan awal ini, delegasi AS dan Iran dijadwalkan akan menggelar negosiasi lanjutan di Pakistan.





