FAJAR, JAKARTA – Pengakuan mengejutkan disampaikan legenda PSM Makassar, Wiljan Pluim. Dia hampir berseragam Timnas Indonesia Pluim mengaku pernah dipaksa oleh oknum PSSI untuk naturalisasi dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, Pluim pada akhirnya memilih menolak.
Pria pelontos itu mengungkap bahwa dia sempat didorong agar mengambil paspor Indonesia setelah memenuhi syarat tinggal lebih dari lima tahun. Dengan status sebagai pemain lokal, ia tidak lagi masuk kuota pemain asing, yang dinilai menguntungkan bagi klub.
Dalam keterangannya, Pluim menyebut tekanan tersebut datang dari berbagai pihak. Ia bahkan dijanjikan sejumlah keuntungan jika bersedia mengganti kewarganegaraan.
Namun, ia menolak karena mempertimbangkan konsekuensi besar, yakni kehilangan status sebagai warga negara Belanda. Eks pemain PEC Zwolle dan Vitesse itu memilih tetap mempertahankan paspor asalnya.
Pengalaman tersebut ia kaitkan dengan mencuatnya skandal paspor di Liga Belanda yang kini tengah ramai diperbincangkan. Laporan terbaru menyebut lebih dari 20 pemain terdampak masalah administrasi paspor, termasuk beberapa yang berkaitan dengan Timnas Indonesia, serta pemain dari Suriname dan Tanjung Verde.
Akibat kasus itu, sejumlah pemain harus absen dalam beberapa pertandingan terakhir. Dari pihak Indonesia, baru Maarten Paes yang dinyatakan tidak bermasalah.
Pluim mengaku tidak terkejut dengan situasi tersebut. Ia menyebut praktik kepemilikan paspor ganda sudah lama menjadi isu yang beredar, termasuk saat dirinya berkarier di Indonesia.
Ia mengungkap bahwa beberapa pemain tetap menyimpan identitas Belanda meski telah memiliki paspor Indonesia, meski hal itu tidak sesuai aturan.
Setelah memperkuat PSM Makassar pada 2016–2023 dan sempat membela Borneo FC pada 2024. Pluim akhirnya pensiun tanpa pernah mengambil tawaran naturalisasi tersebut.




