NEW YORK, KOMPAS.TV – Pasar keuangan global langsung bereaksi dramatis hanya beberapa jam setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan.
Saham melonjak tajam, sementara harga minyak yang sebelumnya memicu kekhawatiran krisis energi global justru anjlok signifikan.
Menurut laporan Associated Press, Rabu (8/4/2026), di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average melesat lebih dari 1.300 poin atau sekitar 3 persen pada awal perdagangan.
Baca Juga: AS Dinilai Terpojok tapi Menang Taktis atas Iran, Pakar: Gencatan Senjata Hanya “Tactical Pause”
Sementara itu, S&P 500 naik 2,6 persen dan Nasdaq menguat 3,3 persen, mencerminkan optimisme investor terhadap meredanya tensi geopolitik.
Reaksi paling mencolok terjadi di pasar energi. Harga minyak mentah AS jatuh sekitar 17 persen ke kisaran 93 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak Brent—acuan global—turun lebih dari 16 persen ke sekitar 91 dolar AS per barel.
Padahal sebelumnya, harga minyak sempat menembus 119 dolar AS per barel saat kekhawatiran perang memuncak.
Penurunan ini dipicu oleh harapan jalur distribusi energi global, khususnya melalui Selat Hormuz akan kembali normal setelah gencatan senjata.
Reli Global: Asia dan Eropa Ikut MenguatKenaikan pasar tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Bursa saham di Asia dan Eropa juga mencatat lonjakan signifikan.
Di Asia, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 6,9 persen, sementara Nikkei Jepang naik 5,4 persen dan Hang Seng Hong Kong menguat 3,1 persen.
Baca Juga: Kemlu RI: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
Di Eropa, indeks DAX Jerman naik 5,2 persen dan CAC 40 Prancis menguat 4,9 persen.
Ini menunjukkan efek positif dari gencatan senjata dirasakan secara global, terutama di negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- harga minyak turun Iran AS
- Dow Jones naik 2026
- pasar global reli terbaru
- dampak ceasefire Iran AS
- minyak Brent anjlok
- Selat Hormuz ekonomi dunia




