Harga Plastik Naik, Purbaya Ungkap Biang Keroknya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti isu naiknya harga plastik. Ia mengungkap hal tersebut dipicu oleh naiknya harga bahan baku global seperti nafta dan petroleum yang menjadi komponen utama industri petrokimia. 

“Kan gini, itu kenapa naik, kan? Karena bahan bakunya juga naik, kan? Dia kalau nggak salah dari nafta dan petroleum lah,” ungkapnya di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Baca Juga :
Tahan Ongkos Haji Imbas Lonjakan Harga Avtur, Pemerintah Anggarkan Rp 1,77 Triliun
Tolak Anggaran Motor Listrik MBG di 2025, Purbaya: Sebagian Sudah Keluar, Sisanya Dibatasi!

Kondisi tersebut membuat biaya produksi ikut meningkat dan berdampak pada harga produk turunan di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa pergerakan harga di sektor ini sangat bergantung pada dinamika pasar internasional.

Ia mengungkapkan, mekanisme tersebut bersifat otomatis, di mana kenaikan harga bahan baku akan langsung berdampak pada harga produk akhir. “Ketika naik, ya naik juga. Tapi nanti kalau turun, ya turun juga,” tambah dia. 

Purbaya juga menanggapi isu adanya permintaan pelaku usaha terkait kemudahan fiskal, termasuk pembebasan bea masuk untuk industri plastik. Namun ia menegaskan belum ada pembahasan langsung yang masuk ke dirinya.

“Katanya pengusaha minta kemudahan untuk industri plastik, pembebasan bea masuk?” ucapnya. “Minta ke siapa? Gak minta ke saya,” sambungnya. 

Lebih lanjut, Purbaya menyebut hingga saat ini belum ada komunikasi formal dari Kementerian Perindustrian terkait isu tersebut. Pemerintah masih akan mengkaji struktur biaya dan rantai pasok sebelum mempertimbangkan langkah kebijakan.

Ia juga menyinggung bahwa tekanan serupa terjadi di sektor lain seperti nikel, yang turut terdampak kenaikan harga bahan baku global seperti sulfur. Meski demikian, ia menegaskan setiap usulan kebijakan, termasuk insentif atau penyesuaian bea keluar, perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan distorsi pasar.

Purbaya menekankan bahwa pemerintah akan melihat kondisi secara objektif sebelum mengambil keputusan, termasuk dinamika harga saat kondisi menguntungkan maupun menekan pelaku usaha.

Baca Juga :
Purbaya: Anggaran Motor Kepala SPPG Masuk di 2025, Bukan Tahun Ini
Konflik Timur Tengah Kerek Harga Plastik, Pemerintah Cari Jalan Keluar
Mulai Dari Hal Kecil, Ini 9 Tips Kurangi Plastik dalam Rutinitas Harian

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berhasil Sembuh dari Kanker, Ini Makanan yang Dihindari Aldi Taher
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Sementara Madrid vs Muenchen: Luis Diaz Bawa Tim Tamu Unggul
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Kejuaraan Asia: Ubed & Raymond/Joaquin Tumbang Dalam 3 Gim
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Jumlah Calon Jemaah Haji dari Bandung Barat Turun Drastis, Tahun Ini Hanya 89 Orang
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bambang Pamungkas Sangat Kecewa Persija Gagal Menang 3 Laga Terakhir BRI Super League: Secara Hitungan Poin, Segala Kemungkinan Bisa Terjadi
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.