PADANG, KOMPAS.TV- Ratusan tukik atau anak penyu yang baru menetas bergerak perlahan menuju laut di antara debur ombak. Momen ini tak hanya mengundang haru, tetapi juga menyimpan makna penting bagi keberlanjutan ekosistem di Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Aksi pelepasan tukik tersebut menjadi salah satu kegiatan Territorial Ride 2026 yang digelar oleh Bikers Brotherhood (BB) 1% MC di Ricky Beach House, Pesisir Selatan, Sumbar, pada 4 hingga 5 April 2026 lalu. Acara ini turut dihadiri langsung oleh El Presidente BB 1% MC Indonesia, Benny Hariyadi, bersama Rando Emirdzan, Mochamad Dilar, serta Bucek Depp.
Kehadiran mereka bersama jajaran pengurus dan anggota dari berbagai chapter di Indonesia menjadi bukti kuatnya solidaritas BB 1% MC. Melalui program Brotherhood For Nature (BFN), komunitas ini menunjukkan bahwa kegiatan touring dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Tanggul Penangkaran Penyu di Bali Ambrol Dihantam Ombak, Warga Khawatir Tukik Jadi Korban
Dalam siaran pers yang diterima Kompas.tv, Rabu (8/4/2026), kawasan Pesisir Selatan dikenal sebagai salah satu habitat alami penyu untuk bertelur. Pantai dengan karakter pasir landai, relatif sepi, dan minim gangguan menjadi tempat ideal bagi induk penyu untuk menyimpan telur-telurnya.
Menurut penelitian Universitas Bung Hatta, pesisir Sumatera Barat merupakan habitat penting bagi pendaratan dan peneluran penyu. Setidaknya, ada sekitar 30.000 ekor penyu di perairan Sumatera Barat, yang didominasi oleh jenis penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu Hijau (Chelonia mydas).
Musim peneluran penyu umumnya terjadi antara Maret hingga September, dan musim penetasan berlangsung dari April hingga Oktober setiap tahunnya. Setelah menetas, tukik secara naluri akan bergerak menuju laut, mengikuti cahaya alami dari cakrawala.
Sayangnya, dari ratusan tukik yang menetas hanya sebagian kecil yang mampu bertahan hingga dewasa. Mereka menghadapi berbagai ancaman, mulai dari predator alami seperti burung dan ikan, hingga risiko akibat aktivitas manusia seperti pencemaran laut, perburuan telur, serta kerusakan habitat pesisir.
Pelepasan tukik secara terarah seperti program Brotherhood For Nature memiliki peran penting. Dengan memastikan tukik dilepas pada waktu dan kondisi yang tepat, peluang mereka untuk mencapai laut dan bertahan hidup menjadi lebih besar.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah konservasi sederhana yang berdampak jangka panjang. Lebih jauh, keberadaan penyu memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem laut.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Tukik
- Pelepasan tukik
- 1 percent MC
- BB 1 percent MC
- sumatera barat
- pesisir selatan





