Ini Kapal Pertama yang Melintas Selat Hormuz Usai Kesepakatan Gencatan Senjata

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Dua kapal pengangkut minyak curah melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, termasuk di antara kapal-kapal pertama yang melintasi jalur air tersebut sejak pengumuman gencatan senjata, demikian dilaporkan The New York Times, mengutip pelacak pelayaran Kpler.

Kapal-kapal tersebut, satu milik Yunani dan yang lainnya berbendera Liberia, melewati selat tersebut saat lalu lintas masih terbatas. Menurut Kpler, hanya sejumlah kecil kapal yang terlihat melintasi selat setiap hari sejak perang dimulai, dan lebih dari 400 kapal tanker dan kapal lainnya masih terdampar di Teluk Persia.

Baca Juga :
Israel Disebut Kecewa Lantaran Tak Dilibatkan dalam Perundingan Gencatan Senjata AS-Iran
Deretan Pesawat Militer AS Rusak dan Jatuh Selama 38 Hari Perang Iran

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat akan membantu mengelola lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Washington akan membantu "peningkatan lalu lintas" di jalur air strategis tersebut.

"Hari besar untuk Perdamaian Dunia! Iran menginginkannya terjadi, mereka sudah muak! Begitu pula semua orang! Amerika Serikat akan membantu peningkatan lalu lintas di Selat Hormuz," tulisnya.

Ia mengatakan akan ada "banyak tindakan positif" dan menambahkan bahwa Iran dapat memulai rekonstruksi setelah berminggu-minggu konflik.

"Uang besar akan dihasilkan. Iran dapat memulai proses rekonstruksi. Kita akan memuat persediaan dari segala jenis, dan hanya 'berdiam diri' untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," tambah presiden AS.

Ia menggambarkan momen tersebut sebagai titik balik potensial bagi kawasan itu dan mengatakan ia yakin situasinya akan membaik. "Sama seperti yang kita alami di AS, ini bisa menjadi Zaman Keemasan Timur Tengah," kata Trump.

Presiden Donald Trump mengumumkan pada Selasa malam, bahwa AS telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran -- menjelang batas waktu ultimatumnya ke Iran yang semakin dekat.

"Alasan untuk melakukan hal itu adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan telah sangat jauh dalam mencapai Kesepakatan definitif mengenai Perdamaian Jangka Panjang dengan Iran, dan Perdamaian di Timur Tengah," tulis Trump di Truth Social dilansir Politico, Rabu, 8 April 2026.

"Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi."

Baca Juga :
Jeda Perang, Trump Ancam Negara yang Jual Senjata ke Iran Kena Tarif 50 Persen
Gencatan Senjata dengan Iran, Serangan Israel Menggila di Lebanon: 100 Serangan dalam 10 Menit!
Iran-AS Gencatan Senjata, RI Minta Jaminan Keselamatan Pelayaran di Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Longsor di Deliserdang, Lima Warga Tewas dan Satu Luka
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
HUT ke-59, Freeport Komitmen Bangkit pada Operasi Aman & Berkelanjutan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini 8 April 2026: Hujan Guyur Makassar Pagi hingga Sore, Cek Daerah Lainnya
• 20 jam laluharianfajar
thumb
KKN di Panreng Fokus Lingkungan dan Anti-Bullying, Warga Sambut Positif
• 7 jam laluharianfajar
thumb
AS-Iran Gencatan Senjata 2 Minggu, Apa Isi Proposal 10 Poin Teheran Akhiri Perang?
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.