VIVA – Dua kapal pengangkut minyak curah melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, termasuk di antara kapal-kapal pertama yang melintasi jalur air tersebut sejak pengumuman gencatan senjata, demikian dilaporkan The New York Times, mengutip pelacak pelayaran Kpler.
Kapal-kapal tersebut, satu milik Yunani dan yang lainnya berbendera Liberia, melewati selat tersebut saat lalu lintas masih terbatas. Menurut Kpler, hanya sejumlah kecil kapal yang terlihat melintasi selat setiap hari sejak perang dimulai, dan lebih dari 400 kapal tanker dan kapal lainnya masih terdampar di Teluk Persia.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat akan membantu mengelola lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Washington akan membantu "peningkatan lalu lintas" di jalur air strategis tersebut.
"Hari besar untuk Perdamaian Dunia! Iran menginginkannya terjadi, mereka sudah muak! Begitu pula semua orang! Amerika Serikat akan membantu peningkatan lalu lintas di Selat Hormuz," tulisnya.
Ia mengatakan akan ada "banyak tindakan positif" dan menambahkan bahwa Iran dapat memulai rekonstruksi setelah berminggu-minggu konflik.
"Uang besar akan dihasilkan. Iran dapat memulai proses rekonstruksi. Kita akan memuat persediaan dari segala jenis, dan hanya 'berdiam diri' untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," tambah presiden AS.
Ia menggambarkan momen tersebut sebagai titik balik potensial bagi kawasan itu dan mengatakan ia yakin situasinya akan membaik. "Sama seperti yang kita alami di AS, ini bisa menjadi Zaman Keemasan Timur Tengah," kata Trump.
Presiden Donald Trump mengumumkan pada Selasa malam, bahwa AS telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran -- menjelang batas waktu ultimatumnya ke Iran yang semakin dekat.
"Alasan untuk melakukan hal itu adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan telah sangat jauh dalam mencapai Kesepakatan definitif mengenai Perdamaian Jangka Panjang dengan Iran, dan Perdamaian di Timur Tengah," tulis Trump di Truth Social dilansir Politico, Rabu, 8 April 2026.
"Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi."





