Israel Disebut Kecewa Lantaran Tak Dilibatkan dalam Perundingan Gencatan Senjata AS-Iran

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk gencatan senjata selama dua pekan terhitung dari Rabu 8 April 2026. Menyusul kesepakatan tersebut, Israel yang menjadi mitra AS sejak serangan perdana pada 28 Februari lalu merilis pernyataan resmi mereka.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap keputusan Amerika Serikat dan mengklaim bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, maupun teror bagi Amerika, Israel, negara-negara Arab tetangganya, dan dunia.

Baca Juga :
Deretan Pesawat Militer AS Rusak dan Jatuh Selama 38 Hari Perang Iran
Jeda Perang, Trump Ancam Negara yang Jual Senjata ke Iran Kena Tarif 50 Persen

Pernyataan yang dirilis Netanyahu ini pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid menyebut gencatan senjata ini sebagai salah satu bencana politik terbesar dalam sejarah. Ia menyoroti bahwa Israel bahkan tidak dilibatkan dalam proses negosiasi.

Menurutnya, meskipun ada keberhasilan militer, perdana menteri telah gagal secara politik, gagal secara strategis, dan tidak mencapai satu pun target yang ia tetapkan sendiri. Ia juga menambahkan bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan akibat kesombongan tersebut.

Tak hanya Yair Lapid, kritikan terhadap statement Netanyahu terus bermunculan. Sebut saja Ofer Cassif dari partai kiri Hadash yang menyindir bahwa ia tidak heran pengumuman itu disampaikan dalam bahasa Inggris. Menurutnya, Netanyahu tidak tertarik berbicara langsung kepada rakyat Israel.

“Ia jarang melakukannya, bahkan hampir tidak pernah tampil di televisi atau radio,” kata dia dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 9 April 2026.

Cassif juga menyinggung bahwa Netanyahu baru menjelaskan tujuan perang kepada publik Israel dua minggu setelah konflik dimulai melalui pidato televisi.

Menurut Cassif, Netanyahu sadar bahwa para pendukungnya akan tetap mendukung, dan para penentangnya akan tetap menolak. Oleh karena itu, setiap kali berbicara, ia lebih menyasar media internasional dan basis pendukungnya.

Tujuan perang Netanyahu yakni mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan menciptakan kondisi agar rakyat Iran bisa menggulingkan rezim yang dianggap tirani sebenarnya bukan hal baru. Netanyahu sudah sejak 1990-an menyatakan bahwa Iran hampir memiliki kemampuan nuklir. Namun, meski ada sejumlah keberhasilan militer dalam 40 hari serangan terakhir, kedua tujuan tersebut belum tercapai.

Baca Juga :
Gencatan Senjata dengan Iran, Serangan Israel Menggila di Lebanon: 100 Serangan dalam 10 Menit!
Iran-AS Gencatan Senjata, RI Minta Jaminan Keselamatan Pelayaran di Selat Hormuz
Strategy Boncos Rp246 Triliun saat Bitcoin Naik 5 Persen

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kinerja 2025 Solid, Saham BBCA Diproyeksi Menguat
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kajati Sulsel Didik Farkhan Terima Gelar Kehormatan Tertinggi Adat Bugis: “La Mappapole Daeng Pawinru”
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Nikita Mirzani Masih Dipenjara, Laura Meizani Bakal Lanjutkan Sekolah ke Luar Negeri
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Viral Remaja di Jember Edarkan Uang Palsu, Modus Suruh Anak Kecil Belanja di Warung
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Pernyataan Trump usai Iran-AS Sepakati Gencatan Senjata, Klaim Tujuan Perang Tercapai
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.