Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri taklimat dan rapat kerja pemerintah yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Kehadiran Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo ke Istana menegaskan komitmen Kementerian Sosial dalam menindaklanjuti seluruh arahan Presiden Prabowo terutama terkait kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia.
Rapat kerja ini dihadiri jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, disamping itu juga melibatkan pejabat setingkat eselon I Kementerian atau Lembaga, mulai dari Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Deputi, hingga Direktur Utama BUMN.
“Hari ini adalah tanggal 8 April 2026, saya sengaja kumpulkan para menteri, para kepala badan, dan pejabat-pejabat dari cabang eksekutif, termasuk disini seluruh eselon 1 Kementerian/Lembaga dan Dirut-dirut BUMN,” kata Presiden Prabowo dalam arahannya.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan maksud dan tujuan rapat kerja ini adalah untuk menyampaikan arahan-arahan setelah satu tahun lebih pemerintahan Kabinet Merah Putih menjalankan mandat sejak Oktober 2024.
“Kesempatan saya menyampaikan arahan-arahan di tahap 1 tahun lebih kita menjalankan mandat kita,” jelasnya.
Dalam arahannya, Presiden menyampaikan selama satu tahun lebih pemerintahan Kabitet Merah Putih telah mencapai tonggak-tonggak prestasi yang nyata, namun ditengah prestasi tersebut, Indonesia harus menghadapi keadaan dunia yang penuh dengan ketidakpastian ditengah konflik yang terjadi di timur tengah.
“Peperangan dimana-mana, yang telah mengakibatkan goncangan-goncangan stabilitas dunia,” imbuhnya.
Ditengah situasi geopolitik yang terjadi, Kepala Negara memastikan bahwa pemerintah mampu mengendalikan arah perkembangan dan arah bernegara bangsa. “Kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita handal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik,” kata Presiden.
Menurutnya, saat ini kondisi Indonesia dikatakan siap dan kuat dalam menanggapi kondisi global yang penuh krisis. Namun Presiden mengajak para Menteri, Wakil Menteri serta eselon 1 Kementerian/Lembaga yang hadir untuk mampu memimpin bangsa ini dengan baik.
“Saudara-saudara, krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang, krisis, kesulitan, tantangan, hambatan, rintangan adalah peluang, membuat kita harus bekerja lebih baik, harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi,” tegasnya.





