PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memamerkan konsep kendaraan angkutan kota (angkot) terbaru di pameran khusus mobil niaga GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026.
Suzuki mengeklaim, konsep angkot ini dirancang lebih fleksibel. Model ini diharapkan bisa menjadi solusi transportasi publik sekaligus kendaraan komersial masa depan.
4W Deputy Managing Director PT SIS, Donny Ismi Saputra, mengatakan Suzuki telah lama berkontribusi di sektor kendaraan niaga di Indonesia. Salah satu model andalannya adalah Suzuki New Carry yang telah digunakan oleh jutaan pelaku usaha.
“Kami Suzuki selama lebih dari 50 tahun telah mendampingi para pelaku usaha melalui produk kami. Salah satunya adalah New Carry yang menjadi mitra setia jutaan wirausahawan yang ada di Indonesia,” buka Donny di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Terkait model angkot yang dipamerkan, Donny menegaskan bahwa kendaraan tersebut masih sebatas konsep. Tujuannya untuk menjaring masukan dari publik sebelum masuk tahap produksi lebih lanjut.
“Sebetulnya ini masih dalam tahap konsep. Jadi kami menawarkan konsep angkot atau kendaraan komersial, maupun kendaraan penumpang, maupun kendaraan transportasi baru,” kata dia.
Ia menjelaskan, kehadiran model ini juga menjadi sarana bagi Suzuki untuk memahami kebutuhan pasar. Terutama dari sisi desain dan fungsionalitas kendaraan yang relevan dengan kondisi transportasi saat ini.
“Dengan model baru, dengan harapan, kenapa kami display hari ini, kami mendapatkan input atau masukan berkaitan dengan desain dan fungsionalitas yang ada yang saat ini kami display,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suzuki ingin mengetahui respons pengguna terhadap konsep kendaraan tersebut. Hal ini penting, terutama untuk kendaraan yang akan digunakan sebagai transportasi publik.
“Bagaimana dari respon para pengguna, khususnya untuk kendaraan-kendaraan yang akan digunakan sebagai transportasi publik dan lain sebagainya,” lanjutnya.
Dari sisi konsep, kendaraan ini mengusung desain modular. Artinya, satu platform bisa dikembangkan menjadi berbagai jenis kendaraan sesuai kebutuhan.
“Secara konsep, sebetulnya ini bentuknya adalah modular, tidak hanya bisa menjadi angkot, tapi juga bisa menjadi model-model lain,” jelasnya.
Konsep modular ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah proses produksi yang lebih cepat dibandingkan model konvensional.
“Kenapa kita berkonsep seperti ini? Yang pertama adalah pengerjaannya yang kami harapkan lebih cepat,” ujarnya.
Selain itu, kendaraan ini juga dirancang memiliki durabilitas yang lebih baik serta efisiensi bahan bakar yang lebih optimal. Hal ini didukung penggunaan material yang lebih ringan.
“Yang kedua adalah secara durabilitas menjadi lebih baik. Kemudian yang ketiga adalah efisiensi bahan bakar. Ini kita bisa tekan karena penggunaan material yang lebih ringan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Keunggulan lain dari konsep ini adalah fleksibilitas tinggi dalam menyesuaikan kebutuhan konsumen. Baik untuk angkutan umum, kendaraan komersial, maupun kebutuhan lain.
“Dan yang terakhir karena ini tailor-made, kami bisa beradaptasi dengan kebutuhan konsumen secara cepat. Baik itu untuk kendaraan angkot, maupun untuk kendaraan komersial, ataupun dalam bentuk yang lain,” tuntasnya.





