Dubes UEA Pastikan Negaranya Aman Meski Ada Perang, Termasuk 85 Ribu WNI

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri memastikan negaranya aman untuk ditinggali.

Dubes UEA Pastikan Negaranya Aman Meski Ada Perang, Termasuk 85 Ribu WNI. (Foto Nur Khabibi/IMG)

IDXChannel - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri memastikan negaranya aman untuk ditinggali. Hal itu disampaikan terkait adanya perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Di tengah berbagai tantangan ini, izinkan saya menegaskan bahwa Uni Emirat Arab tetap aman, stabil, dan sepenuhnya siap," kata AlDhaheri saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam.

Baca Juga:
Arab Saudi, UEA dan Qatar Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret 2026

Dia mengungkapkan, di negaranya memiliki sistem yang sangat efektif jika mendapat serangan. Semua institusi yang ada berjalan secara normal.

Selain itu, terdapat lebih dari 200 kewarganegaraan asing tetap berada dalam kondisi aman dan harmonis termasuk 85 ribu Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak 3 Persen Dipicu Serangan Iran ke UEA

Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Dalam genjatan senjata itu, Iran mengajukan proposal berisi 10 poin.

Baca Juga:
Iran Ancam Sasar Pelabuhan UEA usai AS Serang Pulau Kharg

AS juga telah menerima proposal dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, gencatan senjata itu bergantung pada persetujuan Iran untuk pembukaan yang lengkap, segera, dan aman di Selat Hormuz.

Blokade sebagian Iran terhadap selat tersebut telah mengganggu perdagangan global, menaikkan harga minyak, dan menyebabkan kekurangan bahan bakar di seluruh dunia.

AS dan Iran telah menyepakati hampir semua poin perselisihan dan  periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan.

"Selama periode ini, penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat," kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dilansir dari Reuters, Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengeluarkan pernyataan soal gencatan senjata. Dia menyinggung pembukaan Selat Hormuz.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," kata dia di X.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Bitcoin Hari Ini (10/4): Pasar Soroti Negosiasi Amerika Serikat-Iran di Pakistan
• 7 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketum GPA Apresiasi Polri Ungkap 755 Kasus Penyelewengan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Bukti Nyata Jaga Masyarakat
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Istana Sebut Belum Ada Rencana Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL Lebanon
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kompensasi Sampah di Kota Kediri Mengacu Kajian, Nilai Terus Naik Sejak 2009
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Makna di balik warna baju tahanan dalam film "Ghost in the Cell"
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.