Seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL sempat ditahan pasukan militer Israel (IDF) yang menginvasi Lebanon Selatan pada Selasa (7/4) malam. Personel UNIFIL itu ternyata prajurit dari kontingen Spanyol.
IDF menahan tentara itu setelah memblokade konvoi kendaraan UNIFIL yang membawa logistik. Tentara Spanyol itu dibebaskan kurang dari satu jam setelah ada intervensi dari petinggi UNIFIL dan Spanyol.
Media-media Spanyol melaporkan, atas insiden itu, Kemlu Spanyol memanggil Kuasa Usaha (Chargé d’Affaires) Kedubes Israel di Madrid, Dana Erlich, untuk menyampaikan protes atas "penahanan yang tidak dapat dibenarkan" .
Menurut Menteri Pertahanan Margarita Robles, militer Israel membebaskan prajurit tersebut setelah Spanyol melayangkan "protes paling keras" kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah PM Israel Benjamin Netanyahu.
Dikutip dari media The Diplomat Spain, Robles menjelaskan kepada pers bahwa beberapa tentara Spanyol sedang berkonvoi untuk mengirim makanan dan pasokan lainnya ke kontingen Indonesia ketika mereka dihentikan oleh patroli Israel.
Robles mengatakan, salah satu anggota UNIFIL asal Spanyol sempat ditahan "untuk beberapa waktu".
"Spanyol segera melayangkan protes paling keras kepada PBB dan pemerintah Israel, setelah itu prajurit tersebut dibebaskan," kata Robles, Rabu (8/4).
Ia juga meminta agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban dan Spanyol telah menerima jaminan bahwa pelaku insiden tersebut akan dihukum.
Adapun Israel dalam pernyataannya kepada UNIFIL menyatakan akan menginvestigasi peristiwa tersebut.
Mengarah ke Lokasi Kontingen IndonesiaMedia Spanyol lainnya, El Periodico, mengatakan tentara yang sempat ditahan tersebut merupakan seorang sersan infanteri dari Brigade Guadarrama XII.
Sersan tersebut memimpin sebuah konvoi kecil yang membawa makanan dan berbagai perlengkapan, bukan senjata.
Penahanan tersebut terjadi, sebagaimana dikonfirmasi oleh PBB, setelah sebuah unit darat Israel yang berpatroli di wilayah pendudukan dekat perbatasan menghentikan konvoi UNIFIL saat mereka sedang menuju wilayah Taybeh. Wilayah itu merupakan tempat sebagian besar pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia ditempatkan.





