Upah Tak Dibayar, Tujuh Warga Indramayu Terlantar di Papua

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, INDRAMAYU- Tujuh warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan terlantar di Sermayam, Merauke, Papua Selatan, setelah tidak menerima upah dan ditinggalkan mandor proyek tempat mereka bekerja. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kabar tersebut diketahui setelah adanya video viral beredar luas di media sosial.

Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran setelah menerima arahan dari bupati.

Upaya itu membuahkan hasil setelah Disnaker berhasil menjalin komunikasi dengan salah satu pekerja, Catu Wijaya, yang mewakili rekan-rekannya.

“Setelah mendapat instruksi, kami langsung mencari keberadaan mereka. Saat ini komunikasi sudah terjalin, dan proses pemulangan sedang dipersiapkan,” ujar Endang, Kamis (9/4/2026).

Endang mengatakan, para pekerja awalnya berangkat ke Papua untuk bekerja di proyek pembangunan dengan harapan memperoleh upah yang layak.

Baca Juga

  • Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Tanpa KTP Pemilik Pertama, Ini Syaratnya
  • Okupansi Hotel di Jawa Barat Lesu Saat Libur Lebaran 2026
  • Basarnas Siagakan 137 Personel di Jalur Mudik Jawa Barat Selama Libur Lebaran

Namun, realitas di lapangan jauh dari kesepakatan awal. Hak mereka tidak dibayarkan, sementara mandor yang bertanggung jawab justru menghilang tanpa kabar.

Kondisi tersebut membuat ketujuh pekerja tidak memiliki kepastian, baik terkait penghasilan maupun kepulangan. Situasi semakin sulit karena mereka berada jauh dari kampung halaman tanpa dukungan logistik yang memadai.

Endan menyebutkan, pihaknya menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat untuk mendukung pembiayaan pemulangan. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi disebut akan ditanggung, sehingga para pekerja dapat kembali tanpa beban tambahan.

"Kami tidak akan menunda proses evakuasi. Tiket kepulangan akan segera disiapkan begitu para pekerja menyatakan siap kembali ke Indramayu. Semua sudah kami siapkan. Begitu mereka siap pulang, kami langsung fasilitasi tanpa kendala,” katanya.

Adapun tujuh warga yang terlantar tersebut berasal dari beberapa kecamatan di Indramayu. Mayoritas merupakan warga Kecamatan Terisi, yakni Mulyadi, Yogi Setiawan, dan Catu Wijaya dari Desa Rajasinga, Ahmad Malik Ibrahim dari Desa Jatimulya, Jayadi dari Desa Cikawung, serta Carwadi dari Desa Plosokerep. 

Sementara satu orang lainnya, Rasim, merupakan warga Desa Puntang, Kecamatan Losarang.

Endang berharap, persoalan upah para pekerja dapat segera diselesaikan sehingga proses pemulangan tidak tertunda lebih lama. Selain itu, kasus ini menjadi perhatian sebagai bentuk perlindungan terhadap tenaga kerja asal daerah yang bekerja di luar wilayah.

"Kami akan memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kondisi para pekerja tetap aman sembari menunggu kepastian penyelesaian hak mereka," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Dugaan Korupsi di Sektor Cukai, KPK Panggil Bos Rokok Jatim Haji Her
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Peringatan Gelombang Tinggi BMKG 10-13 April 2026, Ombak Bisa Tembus 4 Meter di Wilayah Ini
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Dukung Prabowo Tak Naikkan Harga BBM Subsidi: Rakyat Butuh Ketenangan
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Menko Muhaimin: Stok Pangan Nasional di Era Presiden Prabowo Terbesar dalam Sejarah
• 16 jam lalumatamata.com
thumb
Terbukti Terima Suap, Bekas Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara
• 16 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.