Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata, Protes Serangan Israel di Lebanon

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar sejumlah poin dalam kesepakatan gencatan senjata.

Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata, Protes Serangan Israel di Lebanon. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar sejumlah poin dalam kesepakatan gencatan senjata.

Dilansir dari The Hill pada Kamis (9/4/2026), proposal 10 poin yang diusulkan Iran menjadi dasar dari kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Teheran dan Washington.

Baca Juga:
Harga Emas Dunia Menguat usai Gencatan Senjata AS-Iran

"Ini membuat gencatan senjata dan negosiasi sulit dilakukan," kata Ghalibaf di platform media sosial X.

Menurut Ghalibaf, pelanggaran pertama adalah berlanjutnya serangan oleh Israel terhadap Lebanon, rumah bagi milisi Hizbullah yang didukung Iran.

Baca Juga:
Harga Minyak Anjlok 16 Persen ke Bawah USD100 usai Gencatan Senjata AS-Iran

Iran mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata juga mencakup Lebanon, sementara AS dan Israel membantah hal tersebut.

Menurut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang membantu menengahi kedua belah pihak, kesepakatan gencatan senjata tersebut juga meliputi Lebanon.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menghijau usai Pengumuman Gencatan Senjata AS-Iran

Ghalibaf menambahkan bahwa sebuah drone terdeteksi di langit Iran. Ini dianggap sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap kedaulatan wilayah Negeri Mullah itu.

Ghalibaf juga menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk memperkaya uranium. Ia menegaskan bahwa hak Iran untuk memperkaya uranium adalah bagian dari proposal 10 poin.

"Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berasal dari pelanggaran berulang-ulang terhadap semua bentuk komitmen – sebuah pola yang sayangnya telah terulang sekali lagi," katanya.

Iran dan AS dijadwalkan melakukan negosiasi untuk kesepakatan yang bersifat permanen di Pakistan pada Jumat. Sumber-sumber mengatakan bahwa Ghalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Iran Araghchi akan memimpin delegasi negaranya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Ingin Demokrasi Rusak, Relawan Prabowo: Kritik Boleh, Tapi Jangan Delegitimasi Lewat Jalanan!
• 17 jam lalumatamata.com
thumb
Studi Kelayakan Perpanjangan MRT Jakarta sampai Serpong Rampung Akhir Tahun Ini
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Menaker Usulkan Kuota Magang Nasional 2026 Ditambah Jadi 150 Ribu Orang
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
PBB Ungkap Hasil Penyelidikan Awal Sebab 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Kepala BGN Jelaskan Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Asal Citeureup
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.