TEHERAN, KOMPAS.TV - Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan tidak percaya dengan Amerika Serikat (AS) meski telah disepakati adanya gencatan senjata kedua negara.
Diketahui, Iran dan AS telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan pada Rabu (8/4/2026).
Meski gencatan senjata telah tercapai, IRGC menyatakan kewaspadaan masih diperlukan terhadap apa yang disebutnya sebagai taktik penipuan musuh melalui gencatan senjata.
Baca Juga: Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata dengan Israel Terus Serang Lebanon, Washington Bela Diri
“Musuh selalu menyukai penipuan dan kami tidak mempercayai janji-janjinya. Kami akan menanggapi setiap serangan pada tingkat yang lebih tinggi,” bunyi pernyataan IRGC dikutip dari Turkiye Today.
Garda Revolusi mengatakan gencatan senjata sementara dengan AS tidak boleh menimbulkan rasa berpuas diri. Dalam pernyataannya, Iran harus tetap waspada terhadap apa yang digambarkan sebagai taktik tipu daya musuh.
IRGC menegaskan musuh-musuh Iran mengandalkan tipu daya. Pihaknya pun tak mempercayai janji-janji musuh-musuh negara.
Baca Juga: Gencatan Senjata Iran Tak Berlaku di Lebanon, Israel Gempur Beirut Tanpa Peringatan
Garda Revolusi juga menegaskan setiap agresi akan dibalas dengan respons yang lebih kuat.
Selain itu, IRGC menegaskan bahwa mitra-mitra AS di kawasan tersebut telah menyaksikan sendiri apa yang digambarkan sebagai ketidakberdayaan AS dan rezim Zionis Israel.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Turkiye Today
- garda revolusi iran
- irgc
- amerika serikat
- gencatan senjata





