Konflik Hormuz Picu Lonjakan Harga Urea Global

tvrinews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran/Washington

Harga Pupuk Dunia Melampaui US$700 Akibat Blokade Jalur Distribusi Energi dan Komoditas

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini mulai mengguncang sektor ketahanan pangan global. Untuk pertama kalinya sejak tahun 2022, harga urea internasional resmi menembus level psikologis US$700 per ton. 

Lonjakan ini merupakan dampak langsung dari penutupan Selat Hormuz yang masih berlanjut, memutus rantai pasok utama bahan baku pertanian dunia.

Berdasarkan data pasar yang dihimpun pada perdagangan Selasa, harga urea naik sebesar 2 persen menjadi US$701,25 per ton. 

Sejak eskalasi militer yang melibatkan Iran pecah, harga pupuk nitrogen ini telah melonjak hingga 50 persen. Jika ditarik dari awal tahun, akumulasi kenaikan harga bahkan telah melampaui angka 70 persen.

Urat Nadi Logistik yang Terputus

Selat Hormuz bukan sekadar jalur transit minyak, melainkan arteri vital bagi industri pupuk global. Data menunjukkan signifikansi kawasan ini:

•    31% pasokan urea dunia melintasi jalur ini.
•    44% sulfur dan 18% amonia global bergantung pada akses selat tersebut.
•    20 juta barel minyak per hari menjadikannya jalur energi paling krusial di dunia.

Langkah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menutup selat ini sejak akhir Februari sebagai respons atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel telah menciptakan kemacetan logistik yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Status siaga tinggi di kawasan memastikan bahwa distribusi komponen utama pertanian tetap berada di bawah tekanan berat.

Analisis Geopolitik dan Kemanusiaan

Krisis ini berakar pada konfrontasi bersenjata yang telah merenggut lebih dari 1.340 jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran. 

Balasan Teheran melalui serangan drone dan rudal ke berbagai titik di Timur Tengah tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memicu kepanikan di pasar komoditas dan industri penerbangan internasional.

"Kenaikan ini menunjukkan bahwa konflik regional telah bermigrasi dari sekadar krisis keamanan menjadi ancaman nyata bagi inflasi pangan global," demikian poin utama laporan dari Anadolu Agency yang dikutip pada Rabu 8 April 2026.

Ultimatum Washington

Ketegangan kini berada pada titik didih menyusul pernyataan tegas dari Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu yang berakhir pada Selasa pukul 20.00 ET bagi Teheran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz.

Washington menegaskan bahwa kegagalan Iran untuk memulihkan navigasi internasional di jalur tersebut akan memicu serangan balasan langsung terhadap infrastruktur strategis milik Teheran.

 Ancaman ini menempatkan ekonomi global di ambang ketidakpastian baru, di mana sektor agrikultur menjadi pihak yang paling rentan terhadap guncangan harga lebih lanjut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Pangkalpinang Ingatkan Pelayaran Perhatikan Batas Keselamatan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Arab Saudi Sambut Gencatan Senjata AS-Iran
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rupiah Melemah Meski Pelaku Pasar Respon Positif Penerimaan Negara Per 31 Maret 2026
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
BRI Super League: Statistik Solid dan Performa Stabil, Yusaku Yamadera Jadi Solusi di Lini Belakang PSIM
• 19 jam lalubola.com
thumb
Rezeki Pembuat Gelang Haji di Jepara: Terima Orderan Kemenhaj 226 Ribu Buah
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.